Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bincang Malaqbi Bersama TVRI Sulbar, Kapolda Sulbar Kupas Tuntas Peran, Tantangan, dan Komitmen Meningkatkan Pengabdian Polri di Tengah Masyarakat

Bincang Malaqbi Bersama TVRI Sulbar, Kapolda Sulbar Kupas Tuntas Peran, Tantangan, dan Komitmen Meningkatkan Pengabdian Polri di Tengah Masyarakat

  • account_circle Hms
  • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Polda Sulbar – Proclaimnews.id  Dalam siaran langsung program Bincang Malaqbi yang ditayangkan Stasiun TVRI Sulawesi Barat, Jumat sore (3/7/26), Kapolda Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K. mengupas secara mendalam, terbuka dan apa adanya tentang peran strategis kepolisian, berbagai tantangan di lapangan, hingga langkah‑langkah nyata yang terus diambil untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Selama kurang lebih dua jam berbincang bersama pembawa acara, Kapolda menjelaskan bahwa inti dari segala tugas Polri sesungguhnya bermuara pada satu kata yaitu pelayanan.

“Bagi kami, pelayanan itu maknanya sangat luas. Bukan sekadar ada di kantor dan menerima laporan, melainkan bagaimana Polri mampu hadir secara nyata, dekat dan bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat, di mana pun mereka berada,” tegas Kapolda membuka pembahasan.

Ia juga mengajak menilik satu pertanyaan mendasar, sejauh mana Polda Sulbar sudah mampu memberikan pelayanan optimal dan apa saja kendala yang harus dihadapi setiap hari?

Salah satu indikator paling mendasar adalah rasio perbandingan antara jumlah anggota dengan jumlah penduduk yang harus dilayani. Saat ini tercatat seluruh jajaran Polda Sulbar hanya memiliki sekitar 4.000 personel, sementara jumlah penduduk Sulawesi Barat mencapai kurang lebih 1,6 juta jiwa.

Artinya secara hitungan kasar, satu orang polisi harus bertugas melayani sekitar 400 orang warga, dengan tugas yang tidak ringan mulai menjaga keamanan, menciptakan ketertiban umum, menyelesaikan beragam persoalan sosial, hingga memberikan perlindungan dan pengayoman sepenuh hati.

Belum lagi tantangan terberat kedua yang melekat pada karakter wilayah Sulawesi Barat: yaitu kondisi geografis yang sangat beragam dan berat. Masyarakat tersebar tidak hanya di perkotaan, tapi juga menyebar hingga ke wilayah pegunungan terjal, pesisir pantai yang terputus daratan, sampai desa‑desa terpencil yang akses jalannya sangat sulit bahkan hampir tidak bisa dilalui kendaraan biasa.

Di Kabupaten Mamasa misalnya, masih ada satu Polsek yang wilayah kerjanya membawahi sampai empat kecamatan sekaligus, dengan medan berbukit, berliku dan rawan longsor setiap kali musim hujan tiba.

“Namun satu hal yang harus digarisbawahi, keterbatasan jumlah personel dan beratnya medan, tidak boleh dijadikan alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan haknya atas pelayanan keamanan dan perlindungan dari negara,” tegas Irjen Pol Adi Deriyan.

Untuk menjawab tantangan itu, Polda Sulbar menempatkan strategi utamanya pada keberadaan Bhabinkamtibmas yang disebar merata hingga ke pelosok desa dan dusun paling jauh. Mereka adalah ujung tombak sekaligus perpanjangan tangan langsung Kapolda yang setiap hari berbaur, tinggal dan berinteraksi bersama warga.

Lewat merekalah Polri membangun hubungan batin yang erat, sehingga mampu mendengar langsung aspirasi, mengetahui sejak dini setiap permasalahan yang muncul dan segera melaporkan hal‑hal yang butuh penanganan cepat ke tingkat pimpinan.

Banyak bukti nyata lahir dari pola kedekatan ini. Salah satu yang paling berkesan terjadi di wilayah Kabupaten Mamuju. Saat itu Bhabinkamtibmas melaporkan ada sejumlah ibu hamil yang sangat kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, karena harus menempuh perjalanan berat menyeberangi sungai, melewati jalan berbatu dan tanjakan curam yang tidak bisa dilalui kendaraan umum.

Seketika itu juga Polda Sulbar mengerahkan tim kesehatan Bidokkes turun langsung ke lokasi, memeriksa kondisi, mendata seluruh ibu hamil di wilayah itu, hingga akhirnya menyiapkan rumah singgah khusus di lingkungan Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju, agar mereka bisa menunggu masa persalinan dengan aman, tenang dan terawat tanpa harus bolak‑balik melewati jalan mematikan itu berkali‑kali.

Bentuk pelayanan lain yang tak kalah penting adalah kerja sama terstruktur dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, di mana personel Polri di lapangan ikut membantu mendata warga yang terindikasi menderita penyakit tuberkulosis (TBC). Data mentah dari kepolisian inilah yang kemudian menjadi acuan Dinas Kesehatan untuk turun melakukan penanganan medis, pengobatan tuntas dan pendampingan berkelanjutan.

Di sini terlihat jelas bahwa informasi yang dikumpulkan Polri tidak hanya dipakai untuk urusan keamanan semata, tapi juga dikonversi menjadi manfaat nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan warga.

Menurut Kapolda, indikator keberhasilan pelayanan kepolisian sesungguhnya sangat sederhana dan bisa dirasakan siapa saja, apakah masyarakat merasa aman beraktivitas di luar rumah kapan saja, apakah mereka tenang meninggalkan rumah kosong saat bepergian dan apakah setiap orang bebas menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya tanpa rasa takut diganggu siapa pun.

“Dan sampai detik ini, syukurlah kondisi itulah yang berhasil kita jaga bersama di Sulawesi Barat,” tutur bangga Kapolda.

Kondisi kondusif itu tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan hasil kerja terpadu seluruh satuan kerja sesuai tugas pokok masing‑masing. Semua bergerak dengan irama berbeda, tapi satu tujuan yang sama yaitu terciptanya keamanan dan ketertiban yang utuh.

Dalam kesempatan itu Kapolda juga berbicara terus terang soal kekurangan yang masih ada. Secara hitungan standar keamanan, untuk melayani 1,6 juta penduduk secara ideal Polda Sulbar seharusnya memiliki sekitar 10.000 personel.

Artinya sampai hari ini baru terpenuhi sekitar 40% saja, atau baru 4 dari 10 kebutuhan yang ada. Seandainya jumlah itu bisa terpenuhi sempurna, rasio pelayanan akan membaik drastis dari semula 1 polisi melayani 400 orang, menjadi cukup 1 orang polisi melayani sekitar 160 warga dan otomatis kualitas serta kecepatan pelayanan akan meningkat jauh lebih maksimal lagi.

Karena keterbatasan itu belum bisa ditutup dalam waktu singkat, Polda Sulbar kemudian merancang strategi jitu bernama “Sabuk Kamtibmas”. Intinya, keamanan tidak lagi hanya menjadi tugas polisi semata, tapi mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi mitra setara.

Mulai dari warga yang mengelola pos kamling, kelompok sadar keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, para pendidik, hingga seluruh jajaran pemerintah daerah, semuanya diajak bergandengan tangan menjaga lingkungan masing‑masing. Di sini warga bukan lagi sekadar objek yang dilayani, melainkan subjek aktif yang ikut menciptakan keamanan itu sendiri.

Besarnya kepercayaan dan kepedulian warga terlihat nyata di Kabupaten Majene, di mana masyarakat secara sukarela dan ikhlas menghibahkan lahan milik pribadi untuk dibangunkan Polsek baru. Mereka sama sekali tidak meminta imbalan apa‑pun, cukup berharap satu hal agar negara bersedia menempatkan personel kepolisian tetap di wilayah mereka. Itulah bukti paling nyata betapa besarnya harapan dan kepercayaan yang sudah dibangun selama ini.

Kepercayaan sebesar itu hanya bisa dijaga dengan satu cara yaitu mampu menyelesaikan masalah masyarakat dengan baik dan benar. Itulah sebabnya Polda Sulbar tidak pernah berhenti meningkatkan kompetensi anggotanya lewat pendidikan berjenjang, pelatihan teknis, penempatan jabatan yang disesuaikan dengan keahlian, sampai pembinaan mental dan spiritual secara terus‑menerus, agar setiap anggota selalu sadar bahwa tugas pokok polisi pada hakikatnya adalah melayani dengan hati yang ikhlas.

Dari sisi kemudahan akses, kini layanan kepolisian makin terbuka lebar. Layanan darurat 110 sudah terhubung penuh berjenjang mulai dari Polsek, Polres, Polda, sampai langsung terhubung ke Mabes Polri jika ada laporan yang belum mendapat respon cepat.

Sementara layanan administrasi seperti pembuatan SIM, SKCK dan beragam izin lain sebagian besar sudah beralih ke sistem digital, sehingga lebih cepat, transparan dan bisa diakses dari mana saja tanpa harus bolak‑balik ke kantor polisi.

Agar perbaikan itu terus berjalan ke arah yang benar, Polda Sulbar juga menjalin kerja sama akademis dengan Universitas Sulawesi Barat untuk menjaring masukan, penilaian independen, serta kritik dan saran langsung dari masyarakat.

Bahkan dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke‑80 lalu, secara tegas institusi mengangkat tema besar: “Kritiklah Kami, Karena Polisi Juga Manusia”. Itu adalah bentuk pengakuan jujur bahwa kami belum sempurna, masih banyak kekurangan dan kritik dari rakyat adalah obat paling ampuh agar kami makin baik lagi melayani.

Beragam persoalan sosial yang makin kompleks dari hari ke hari juga menjadi sorotan utama, mulai dari kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan, tindak pidana perdagangan orang, hingga penyalahgunaan ruang digital untuk kejahatan. Terhadap pelaku kejahatan, penegakan hukum akan selalu dijalankan secara tegas dan tanpa pandang bulu.

Namun Kapolda menegaskan satu prinsip yang dipegang teguh jajarannya yaitu mencegah jauh lebih efektif, jauh lebih murah dan jauh lebih menyelamatkan, dibandingkan hanya sibuk menindak setelah kejahatan terjadi. Karena itulah penyuluhan, edukasi dan peningkatan literasi hukum di tengah masyarakat digencarkan terus‑menerus ke sekolah, kampus, masjid, gereja, balai desa, hingga kelompok‑kelompok warga.

Khusus menghadapi tantangan zaman digital, Kapolda juga berpesan langsung kepada seluruh pemirsa bahwa “Gunakanlah media sosial dengan bijak dan cerdas. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya, jangan mudah menyebarkan berita bohong, dan selalu tingkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan serta kejahatan dunia maya yang kian beragam bentuknya.”

Di penghujung siaran, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menegaskan kembali satu kebenaran mendasar yaitu keamanan yang sesungguhnya tidak akan pernah bisa tercipta sendirian hanya oleh kerja polisi. Ia harus dibangun, dipelihara, dan dijaga bersama secara gotong royong antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, media, dan setiap individu warga negara.

“Polda Sulawesi Barat berkomitmen untuk senantiasa membuka ruang komunikasi seluas‑luasnya, mendengar setiap aspirasi, berusaha sekuat tenaga menyelesaikan setiap permasalahan, dan terus mempererat kolaborasi dengan semua pihak. Tujuan kami cuma satu yaitu mewujudkan Sulawesi Barat yang aman, tertib, damai dan sejahtera bagi kita semua,” pungkasnya menutup perbincangan.

Humas Polda Sulbar

  • Penulis: Hms
  • Editor: Elkml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Sulbar Siaga, Jaga Keamanan dan Kenyamanan Sholat Idul Fitri Jamaah

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Polda Sulbar -Proclaimnews.id Perbedaan penetapan waktu sholat Idul Fitri antara organisasi Islam besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah bukanlah hal yang memecah belah, melainkan menjadi cerminan toleransi dan sikap saling menghargai di tengah umat Islam di Indonesia. Di Sulawesi Barat sendiri hal ini terwujud dengan baik dalam pelaksanaan ibadah Hari Raya Idul Fitri 1447 H. […]

  • Amujib Tegaskan Arah Baru Bapperida Sulbar: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Empati Sosial

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat, Amujib, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperkuat empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Hal tersebut menegaskan arah baru birokrasi yang lebih membumi dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Program Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Wakil […]

  • Sembako Gratis dari Istri Gubernur Sulbar: Harap Warga Tidak Lihat Jumlahnya

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Mamuju —Proclaimnews.id Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Barat, Ny. Harsinah Suhardi, membagikan bantuan sembako secara gratis kepada sejumlah warga di Masjid Al Muhajirin, Jalan Tuna, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju. Senin 16 Maret 2026. Kegiatan sosial tersebut turut didampingi Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD […]

  • Optimalkan Pengelolaan Pengaduan Masyarakat, Badan Penghubung Sulbar Hadiri Bimtek Aplikasi Lapor

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 43
    • 0Komentar

    MAMUJU – Proclaimnews.idDalam rangka penguatan peran dalam pengelolaan pengaduan masyarakat melalui Aplikasi Lapor di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi LAPOR Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Senin 6 Juli 2026, bertempat di Marasa Corner, Kompleks Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Keikutsertaan Badan Penghubung dalam bimtek ini merupakan bagian […]

  • Biro Hukum Terima Konsultasi Panja DPRD Pasangkayu, Bahas Penyesuaian Pengajuan Rancangan Fasilitasi tentang Tatib

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id  Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menerima kunjungan Konsultasi dari Panitia Kerja (Panja) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasangkayu, dalam rangka Pembahasan Proses Penyesuaian Pengajuan Rancangan Fasilitasi tentang Tata Tertib (Tatib) DPRD. Kegiatan konsultasi tersebut berlangsung di kantor Biro Hukum Setda Sulbar, di ruang kerja Bagian Peraturan Perundang […]

  • Semangat Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Banggae Panen Jagung Bersama Kelompok Tani Bunga Pussu

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 45
    • 0Komentar

    MAJENE – Proclaimnews.id Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Banggae, Polres Majene, Aipda Henra Rahmad YR., yang turut mendampingi panen jagung milik warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Bunga Pussu di Lingkungan Galung Utara, Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, […]

expand_less