Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » LTJ Mamuju Disebut Punya Potensi Besar, Namun Produksi Diperkirakan Masih 10-20 Tahun Lagi

LTJ Mamuju Disebut Punya Potensi Besar, Namun Produksi Diperkirakan Masih 10-20 Tahun Lagi

  • account_circle Hms
  • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

MAMUJU, – PROCLAIMNEWS.ID  Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Badan Industri Mineral (BIM), PT Perminas, dan Danantara terkait pengembangan potensi rare earth element (REE) atau logam tanah jarang (LTJ) di Kabupaten Mamuju.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu membahas langkah awal pengembangan mineral strategis nasional yang saat ini menjadi perhatian dunia karena digunakan dalam berbagai industri modern.
“Saya dipanggil ke Jakarta untuk rapat bersama Badan Industri Mineral, PT Perminas, dan Danantara terkait tanah jarang. Dalam rapat tanggal 13 Mei lalu, saya mendengarkan paparan mengenai potensi LTJ di Mamuju,” kata SDK, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, Sulawesi Barat memiliki cadangan mineral tanah jarang yang cukup besar dan berpotensi menjadi aset strategis nasional di masa depan.

“Mineral tanah jarang sangat dibutuhkan dunia saat ini dan menjadi komponen penting dalam berbagai industri modern,” ujarnya.

SDK menjelaskan, LTJ digunakan dalam industri kendaraan listrik, teknologi pertahanan, pesawat tempur, hingga sistem peluru kendali. Karena itu, keberadaan mineral tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam geopolitik global.

“Mineral tanah jarang menjadi bagian dari kekuatan geopolitik suatu negara apabila memiliki cadangan seperti itu,” lanjutnya.

Ia menambahkan, Presiden Republik Indonesia menargetkan Indonesia menjadi salah satu negara penghasil produk hilirisasi LTJ di masa depan. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menunjuk Danantara dan membentuk PT Perminas sebagai bagian dari pengelolaan industri strategis nasional.

Meski memiliki potensi besar, SDK menegaskan pengembangan LTJ di Mamuju masih berada pada tahap penelitian dan belum memasuki fase produksi industri. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan teknologi pengolahan LTJ yang saat ini masih dikuasai sejumlah negara tertentu.

“Teknologi pengolahan LTJ masih banyak dikuasai Cina. Indonesia belum memiliki teknologi itu, sementara negara lain seperti Amerika Serikat juga masih bergantung pada Cina,” katanya.

Ia menyebut sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia, masih melakukan riset terkait teknologi pengolahan logam tanah jarang dalam skala laboratorium.

“Jadi LTJ di Mamuju ini masih dalam tahap penelitian. Teknologi yang ada sekarang masih skala laboratorium dan masih akan diuji untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

SDK meminta masyarakat tidak beranggapan bahwa eksploitasi dan hilirisasi LTJ di Mamuju akan berlangsung dalam waktu dekat. Menurutnya, proses pengembangan masih membutuhkan waktu panjang.

“Pengembangan LTJ di Mamuju kemungkinan masih membutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun ke depan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penelitian saat ini baru dilakukan di area sekitar 10 hektare, meski terdapat delapan blok kawasan potensial LTJ di Mamuju.

“Yang berjalan sekarang baru penelitian sekitar 10 hektare. Jadi nuansanya masih penelitian dan eksplorasi awal,” katanya.

Selain itu, SDK menegaskan tata kelola LTJ ke depan harus mengedepankan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat, serta kesejahteraan warga di sekitar wilayah pengelolaan.

Menurutnya, pengembangan industri LTJ wajib memperhatikan keselamatan lingkungan dan masyarakat secara menyeluruh. Ia berharap hilirisasi logam tanah jarang nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, mulai dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, hingga penyerapan tenaga kerja lokal. (rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Proses Penjualan Aset Transparan, PUPR Sulbar Lakukan Pengecekan Kendaraan Bersama Tim Terkait*

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MAMUJU — Proclaimnews.idDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang diusulkan untuk penjualan oleh Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perkimtanhub Provinsi Sulawesi Barat. Pengecekan berlangsung, Rabu 11 Maret 2026. Kegiatan ini sebagai bagian dari proses verifikasi teknis kendaraan sebelum dilanjutkan pada tahapan penilaian aset oleh […]

  • Gubernur Sulbar Dorong OPD Perkuat Layanan dan SDM Unggul, DKPPKB Siap Akselerasi Program Prioritas Bidang Kesehatan

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Mamuju -Proclaimnews.id Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Sekretraris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, Rabu (25/3/2026). Berlangsung di Ruang Oval Kantor Gubernur Sulawesi Barat, rapat diikuti Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Suhardi Duka […]

  • Wujudkan Generasi Tertib Lalu Lintas, Ditlantas Polda Sulbar Gelar Rakor Pembentukan “Sekolah Pelopor Keselamatan

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Polda Sulbar –  Proclaimnews.id Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka penyusunan Nota Kesepakatan. Pertemuan ini bertujuan membentuk program Sekolah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas khusus bagi siswa tingkat SMA/SMK yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung BPKB Ditlantas Polda Sulbar, Senin (27/4/26). Rapat ini […]

  • Dispoparekraf dan Inspektorat Sulbar Matangkan Teknis Pendampingan Pengelolaan Anggaran

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id  Sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, maka kembali dilakukan pertemuan antara Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Barat (Dispoparekraf Sulbar) dengan Inspektorat Sulbar, Senin, 23 Februari 2026. Gelaran ini dalam rangka mematangkan teknis pendampingan yang akan dilakukan oleh Inspektorat pada Dispoparekraf untuk kegiatan pada anggaran berjalan. Pertemuan kedua tersebut […]

  • Anjungan Sulawesi Barat Perkuat Kolaborasi Bersama FOKAD : Promosikan Kekayaan Seni dan Budaya Daerah 

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta – Proclaimnews.id  Anjungan Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan kekayaan seni dan budaya daerah melalui kolaborasi aktif bersama Forum Komunikasi Anjungan Daerah (FOKAD). Sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan sinergi antar anjungan daerah, FOKAD berperan penting dalam mendorong promosi budaya Nusantara secara terpadu dan berkelanjutan. Berbagai kegiatan kolaboratif secara rutin dilaksanakan oleh FOKAD, […]

  • Cegah Narkoba di Lingkungan Polda Sulbar, Seluruh Personel Ikuti Pemeriksaan Urine Dadakan

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Polda Sulbar -Proclaimnews.id Sebagi upaya memastikan lingkungan Polri bersih dan bebas dari narkoba, Polda Sulbar secara dadakan melakukan pemeriksaan kepada seluruh personel, Senin (16/3/26). Kegiatan yang berlangsung di lobi utama Polda Sulbar ini, dilaksanakan melalui Bidang Kesehatan (Biddokkes) dan diawasi ketat oleh Provost. Setelah pelaksanaan apel pagi rutin, seluruh personel langsung diarahkan untuk menjalani tes […]

expand_less