Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jadi Narasumber Perlindungan Anak, Kapolda Sulbar Ajarkan Anak Berani Berkata “TIDAK” & Hindari Curhat di Medsos

Jadi Narasumber Perlindungan Anak, Kapolda Sulbar Ajarkan Anak Berani Berkata “TIDAK” & Hindari Curhat di Medsos

  • account_circle Hms
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
  • visibility 248
  • comment 0 komentar

Polda Sulbar – Proclaimnews.id Upaya serius melindungi generasi penerus bangsa kembali digelorakan dalam kegiatan Lintas Sektor Kerja Sama Pencegahan Kekerasan dan Perkawinan Anak yang digelar di Ballroom Andi Depu Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (5/6/26).

Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta hadir langsung sebagai pembicara utama. Ia memaparkan fakta lapangan, tantangan, serta strategi penanganan perlindungan anak di wilayah hukum Sulbar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kakanwil HAM, Ketua DPW, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal terkait.

Dalam paparannya, Kapolda menyajikan data faktual hasil pantauan kepolisian periode Januari hingga April 2026, tercatat 9 kasus yang melibatkan anak-anak di Sulawesi Barat.

Fenomena ini menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, di mana anak tidak hanya menjadi korban, namun dalam beberapa kasus juga berpotensi menjadi pelaku kekerasan akibat lingkungan dan trauma yang dialaminya.

“Kita harus sadar, anak yang menjadi korban perundungan seringkali menyimpan dendam. Jika tidak ditangani dengan baik, mereka bisa berubah menjadi pelaku kekerasan di kemudian hari. Ini lingkaran setan yang harus kita putus bersama,” tegas Kapolda.

Ia menguraikan bahwa kerentanan anak terjadi karena beberapa faktor utama yaitu keterbatasan fisik, belum matangnya pemahaman akan bahaya, serta mudahnya anak percaya pada orang lain yang mendekati mereka dengan iming-iming hadiah, uang, atau perhatian khusus. Modus seperti ini sering ditemui dalam kasus kejahatan seksual dan eksploitasi terhadap anak.

Kapolda secara khusus menyoroti ancaman di era digital. Berdasarkan pengalaman penanganan kasus, banyak pelaku kejahatan memanfaatkan keluguan anak di media sosial. Anak yang curhat atau membagikan data pribadi di dunia maya menjadi sasaran empuk kejahatan, mulai dari pemerasan, penyebaran konten asusila hingga kekerasan seksual.

“Jangan mudah mencurahkan masalah pribadi di media sosial. Kami pernah menangani kasus di mana pelaku mendekati korban hanya karena membaca curahan hati mereka di akun media sosial. Ajarkan anak untuk bercerita hanya kepada orang tua atau guru yang dipercaya,” imbaunya.

Selain itu, pengaruh lingkungan dan tontonan juga menjadi faktor risiko. Paparan konten kekerasan di gim atau media sosial dinilai dapat menurunkan rasa empati anak, sehingga mereka menganggap kekerasan adalah hal yang lumrah.

Menjawab berbagai tantangan tersebut, Kapolda menekankan perlunya strategi perlindungan menyeluruh. Inti dari upaya ini adalah membekali anak dengan kemampuan melindungi diri sendiri atau body safety.

“Latihlah anak-anak kita untuk berani berkata ‘TIDAK’ pada hal yang tidak mereka inginkan, berteriak saat bahaya, menjauh dari orang asing dan segera mencari pertolongan. Anak sering takut menolak karena merasa harus menghormati orang yang lebih tua, padahal nyawa dan keselamatan mereka lebih utama,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk membangun komunikasi yang hangat. Jangan memarahi anak saat mereka mengadu, melainkan dengarkan dan berikan solusi agar mereka tidak merasa sendirian.

Mengenai penanganan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, Kapolda menjelaskan penerapan UU No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Prinsip utamanya bukanlah balas dendam atau pemenjaraan, melainkan Keadilan Restoratif.

“Anak pelaku kejahatan sejatinya juga korban dari kegagalan lingkungan. Untuk tindak pidana ringan, kita utamakan penyelesaian melalui diversi dan pemulihan, lalu mengembalikan mereka kepada orang tua untuk dibina kembali. Pemenjaraan adalah jalan terakhir dan hanya berlaku untuk tindak pidana berat seperti pembunuhan, pemerkosaan atau pengedaran narkoba,” jelasnya.

Penahanan anak pun diatur sangat ketat, hanya boleh dilakukan bagi usia 14 tahun ke atas dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun, dan ditempatkan di lembaga khusus pembinaan, bukan penjara orang dewasa.

Di akhir paparannya, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersinergi. Ia mengingatkan bahwa anak adalah peniru terbaik.

“Muliakanlah anak-anak kita dan perbaikilah adab mereka. Jadilah teladan yang baik dalam perkataan dan perbuatan. Seluruh anak di Sulawesi Barat adalah tanggung jawab kita bersama. Kelak merekalah yang akan meneruskan estafet kepemimpinan kita hari ini,” tutup Kapolda.

Humas Polda Sulbar

  • Penulis: Hms
  • Editor: Elkml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, DKPPKB Sulbar Lakukan Penilaian Puskesmas Kawasan Terpencil di Polewali Mandar

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Polewali Mandar – Proclaimnews.id  Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan penilaian terhadap sejumlah puskesmas yang diusulkan menjadi Puskesmas Kawasan Terpencil di Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Kesehatan. Langkah ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam […]

  • Dr.H.Arsal Aras,SE.,M.Si Dan Dr.H.Askary,S.Sos.,M.Si Resmi Di Lantik Menjadi Bupati Dan Wakil Bupati Mamuju Tengah Priode 2025-2030

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 285
    • 0Komentar

    JAKARTA -PROCLAIMNEWS.ID Bupati terpilih Mamuju tengah , Dr. H. ARSAL ARAS,SE.,M.Si dan Wakil bupati mamuju tengah Dr.H.ASKARY,S,Sos.,M.Si tersebut, dilantik oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, di Istana Negara, Kamis (20/2/2025) pagi. Momen pelantikan ini menjadi bagian dari sejarah besar, karena digelar secara serentak untuk 961 kepala daerah di seluruh Indonesia, termasuk 33 gubernur, 33 […]

  • Sekjen BADKO HMI Sulbar: Sinergi Polri dan Mahasiswa Menjadi Energi Positif untuk Sulawesi Barat

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Majene-Proclaimnewes.id Sekretaris Jenderal Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Barat, Ramli, mengapresiasi sinergi antara Polri, HMI, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam kegiatan sosial kemasyarakatan melalui penyaluran Al-Qur’an, buku Iqra, dan Juz Amma kepada lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Majene, Jumat (17/7/26). Menurut Ramli, kolaborasi tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata dalam mendukung […]

  • Gubernur SDK Lepas Persimaju Wakili Sulbar pada Laga Piala Presiden, Harap dapat Harumkan Daerah

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MAMUJU – Proclaimnews.id  Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, secara resmi melepas kontingen Persimaju yang akan mewakili Sulawesi Barat pada ajang Liga 4 Piala Presiden 2026, Selasa, 26 Mei 2026. Dalam sambutannya, Suhardi Duka memberikan motivasi kepada seluruh pemain dan ofisial Persimaju agar tetap memiliki mental juara meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. “Di tengah keterbatasan yang […]

  • Bangun Harapan Lewat Pendidikan, Dinsos P3A dan PMD Sulbar Pacu Sekolah Rakyat Terintegrasi

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Mamuju — Proclaimnews.id  Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi sebagai bagian dari upaya untuk mendukung Misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Wakilnya, Salim S. Mengga, ”pengentasan kemiskinan dan membangun sumber daya manusia yang unggul dan […]

  • Akselerasi Implementasi RB dan Budaya Kerja, Biro Organisasi Setda Sulbar Gelar Rakor Tim Kerja

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id Dalam upaya mengakselerasi implementasi Reformasi Birokrasi (RB) dan Budaya Kerja, Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Bagian Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja (RB dan AK) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Kerja, bertempat di Ruang Kerja Bagian RB dan AK, Selasa, 20 Januari 2026. Pertemuan ini diharapkan dapat mendukung […]

expand_less