Polemik Pembangunan Paud Jodi, Ketua P2SP, Supriati Tegaskan, Tanah Itu Milik Negara Dan Memastikan Pembangunan Tetap Berjalan
- account_circle Tim media
- calendar_month Sab, 19 Sep 2026
- visibility 71
- comment 0 komentar

Dompu, – Proclaimnews.id Terkait persoalan status tanah tempat Pembangunan Paud Jodi Desa Soro Barat Kecematan Kempo Kabupaten Dompu yang mendapatkan bantuan program Revitalisasi sebesar Rp.1.273.904.000 yang bersumber dari APBN tahun 2026,
Dimana tanah tersebut, telah dilaporkan oleh salah seorang warga soro barat yang mengklaim atas kepemilikan tanah itu ke pihak Polres Dompu, pada tanggal, 14/09/26. seperti pada beberapa pemberitaan di media online, baru-baru ini.
Hal tersebut, ditanggapi serius oleh Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) Paud Jodi, Supriati atau panggilan sehari-harinya (Mbak Atik) pada awak media di Cafe Woha Tolo, Kamis, 17/09/26, siang hari.
Ketua P2SP, Supriati, menegaskan bahwa status tanah tempat Pembangunan Paud Jodi tersebut diduga adalah milik negara,
“Maka, sudah sewajarnya negara mengambilnya kembali ketika dibutuhkan untuk kepentingan umum, termasuk untuk pembangunan sekolah paud tersebut,” ungkap Ketua P2SP,
Lebih lanjut dijelaskan, Ketua P2SP, Bahkan, tanah tersebut telah diberikan oleh Kepala Desa Soro Barat pada tahun 2004, yang lalu sebagai tukar guling tanah miliknya, dan sekarang dijadikan tempat pembangunan posyandu.
“Saya sudah dikasih oleh pak kades Awaludin tahun 2004 hak pakai, untuk tukar guling dengan tanah saya buat bangun posyandu saat itu,” ungkap Mbak Atik penuh keyakinan.
Ketua P2SP juga menegaskan bahwa Pembangunan Paud Jodi itu tidak ada masalah, karena 95% masyarakat sekitar sangat mendukung adanya pembangunan paud tersebut.
“Syukur Alhamdulillah, sejauh ini masyarakat di sekitar areal pembangunan Paud Jodi masih memberikan kontribusi dan dukungan moral atas pelaksanaan pembangunan Paud Jodi ini,” ucapnya penuh keyakinan.
Oleh karena itu, Supryati, memastikan bahwa pembangunan Paud Jodi itu akan terus berjalan sesuai rencana tanpa ada kendala.
“Jadi apapun ceritanya pembangunan tetap dilanjutkan karna ini program pemerintah pusat atau APBN,” tegas Mbak Atik.
Untuk itu, Mbak Atik mengajak semua pihak, mari kita membangun dan bekerjasama dalam mengsukseskan pembangunan pendidikan ini.
“Kesempatan buat kita semua khususnya desa Soro barat yang dimana selama ini TDK pernah mendapatkan bantuan apa” ujar mbak Atik penuh harap.(**)
- Penulis: Tim media
- Editor: El.kml

Saat ini belum ada komentar