DKPPKB Sulbar Edukasi Masyarakat tentang Cara Tepat Kelola Obat di Rumah
- account_circle Hms
- calendar_month Sel, 8 Sep 2026
- visibility 71
- comment 0 komentar

Mamuju -Proclaimnews.id Penggunaan obat yang tepat di tingkat keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Edukasi mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar terus didorong agar masyarakat tidak keliru dalam menggunakan obat di rumah.
Pesan tersebut menjadi tema dalam Dialog Interaktif “Mamuju Siang Ini” yang diselenggarakan LPP RRI Mamuju, Senin (7/9/2026). Dalam dialog tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat hadir sebagai narasumber untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan obat melalui prinsip DAGUSIBU.
Yulianus Dupa Budi, selaku Ketua Tim Kerja Kefarmasian dan Alat Kesehatan, menyampaikan pentingnya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat secara aman dan rasional.
Dialog yang dipandu host Megapika tersebut berlangsung pukul 11.00–12.00 WITA dan disiarkan melalui RRI Mamuju serta disaksikan melalui live streaming Facebook dan YouTube RRI Mamuju.
Melalui tema “Cara Tepat Kelola Obat di Rumah: Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU)”, masyarakat diajak memahami bahwa pengelolaan obat tidak berhenti ketika obat sudah dibeli.
Obat perlu diperoleh dari tempat yang resmi dan terpercaya, digunakan sesuai aturan, disimpan dengan memperhatikan kondisi yang dipersyaratkan, serta dibuang dengan cara yang tepat ketika sudah rusak atau kedaluwarsa.
Edukasi ini penting karena kesalahan dalam penggunaan maupun penyimpanan obat dapat mengurangi efektivitas obat dan berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan.
“Prinsipnya, masyarakat perlu menjadi lebih cerdas dalam menggunakan obat. Jangan hanya mengetahui nama obatnya, tetapi juga memahami aturan penggunaan, dosis, penyimpanan, hingga bagaimana membuang obat yang sudah tidak digunakan,” ujar narasumber dari DKPPKB Sulbar dalam dialog tersebut.
Kegiatan dialog interaktif bersama RRI Mamuju menjadi salah satu bentuk pemanfaatan media untuk memperluas jangkauan komunikasi dan edukasi kesehatan. Informasi kesehatan yang disampaikan melalui media penyiaran memungkinkan pesan promotif dan preventif menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk mereka yang tidak sedang berada di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kolaborasi semacam ini juga menjadi bagian dari upaya DKPPKB Sulbar memperkuat literasi kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan kesehatan, tetapi memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya.
Penguatan edukasi kesehatan melalui berbagai kanal komunikasi sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.”
Masyarakat yang sehat dan memiliki pengetahuan kesehatan yang memadai merupakan modal penting untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media seperti RRI diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. DAGUSIBU bukan sekadar cara mengelola obat, tetapi bagian dari budaya masyarakat untuk lebih aman, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan keluarga.
- Penulis: Hms
- Editor: El.kml
