Pemprov Sulbar Panggil Kepala SMAN 1 Bulutaba, Pastikan Kekurangan Meja-Kursi Ditangani
- account_circle Hms
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Mamuju – Proclaimnews.id Kondisi siswa SMAN 1 Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, yang belajar melantai karena keterbatasan meja dan kursi mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Langkah tersebut untuk memastikan seluruh siswa SMAN 1 Bulutaba memperoleh fasilitas belajar yang layak dan tidak lagi harus mengikuti proses pembelajaran dengan kondisi melantai. Ini juga sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dalam membangun SDM yang unggul dan berkarakter.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar memanggil Kepala SMAN 1 Bulutaba, Sumardi, untuk membahas kondisi sarana belajar yang sebelumnya ramai di media sosial.
Dalam pertemuan tersebut, Sumardi mengakui bahwa sekolah memang mengalami kekurangan kursi dan meja. Kondisi itu, kata dia, telah diantisipasi pihak sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
“Memang kenyataan di sekolah itu ada kekurangan kursi. Sudah dua sampai tiga tahun terakhir ini kita antisipasi,” ujar Sumardi.
Ia menjelaskan, kebutuhan penambahan mebel sebenarnya telah masuk dalam perencanaan. Untuk tahun anggaran 2026, sekolah juga telah mendapatkan alokasi pengadaan, meski realisasinya masih menunggu proses.
“Memang tahun ini sudah ada perencanaan masuk di 2026. Mungkin masih lambat, bulan-bulan depan mungkin ada,” katanya.
Sumardi memastikan pihak sekolah akan terus mengupayakan agar persoalan siswa yang belajar tanpa meja dan kursi tidak berlarut-larut.
“Intinya sekolah tetap usahakan tahun ini, sudah tidak ada yang melantai,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMA Disdikbud Sulbar, Imran, mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan meja dan kursi di SMAN 1 Bulutaba secara bertahap.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat bantuan pada tahun ini belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan sekolah. Namun, pemerintah daerah akan memprioritaskan pengadaan untuk dua rombongan belajar (rombel).
“Insyaallah tahun ini kita akan berikan kursi dan meja. Tapi bukan juga semuanya. Paling mungkin dua rombel karena keterbatasan anggaran. Insyaallah kita akan upayakan berikutnya untuk memenuhi,” jelas Imran.
Selain bantuan dari pemerintah, kebutuhan mebel SMAN 1 Bulutaba juga berpotensi mendapat dukungan dari pihak lain.
Imran menyebut telah ada pihak yang menyatakan kesediaan memberikan bantuan sebanyak 150 set kursi dan meja untuk sekolah tersebut. Bantuan itu masih dalam proses dan identitas pemberi belum disampaikan.
“Sudah ada juga sekolah yang dapat. Ada WhatsApp, insyaallah dia menyumbang 150 kursi dan meja. Orangnya belum mau disebut siapa, tapi sudah dipesan. Itu sumbangan,” ungkapnya.
Jika bantuan 150 set tersebut terealisasi dan ditambah dengan pengadaan dua rombel dari Pemprov Sulbar, kebutuhan mebel sekolah diharapkan dapat tertangani secara bertahap.
“Lima kelas memang sudah, kalau ada tambahan dua berarti sudah bisa tujuh rombel,” katanya.
Selain itu, sekolah juga telah memanfaatkan dukungan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memenuhi sebagian kebutuhan. Dari dana tersebut, tersedia 40 kursi plastik, 20 kursi lipat, serta 10 kursi untuk guru. (Rls)
- Penulis: Hms
- Editor: Elkml

Saat ini belum ada komentar