Menuju Eliminasi TBC, Sulbar Perkuat Deteksi Dini dan Peran Komunitas
- account_circle Hms
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Mamuju – Proclaimnews.id Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat merilis capaian program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) Triwulan I Tahun 2026 yang menunjukkan progres positif pada aspek pengobatan, namun masih menghadapi tantangan pada sisi deteksi dan pencegahan.
Upaya ini sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemerintah, yang tidak hanya berfokus pada penguatan layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), tetapi juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) hingga ke sekolah-sekolah serta percepatan pengentasan TBC di masyarakat. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Panca Daya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sebagaimana misi pembangunan yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Berdasarkan data yang dirilis, capaian pengobatan TBC di Sulawesi Barat menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tingkat keberhasilan pengobatan untuk pasien TBC resisten obat (TB RO) mencapai 100 persen. Sementara itu, tingkat enrollment pasien TBC sensitif obat (TB SO) mencapai 86 persen, menandakan mayoritas pasien telah mendapatkan akses pengobatan yang memadai.
Namun demikian, pada indikator hulu, yakni deteksi dan pencegahan, masih ditemukan kesenjangan yang cukup signifikan. Capaian terapi pencegahan TBC (TPT) baru mencapai 2 persen, jauh di bawah target nasional sebesar 60 persen. Selain itu, penemuan kasus TBC masih berada di bawah target yang ditetapkan, yang berpotensi menyebabkan rantai penularan terus berlanjut di masyarakat.
Dalam keterangannya, Minggu 12 April 2026, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan bahwa capaian ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat strategi ke depan.
“Keberhasilan pengobatan yang sudah sangat baik harus diimbangi dengan penguatan deteksi dini dan upaya pencegahan. Fokus kita ke depan adalah memperluas skrining, meningkatkan investigasi kontak, serta memperkuat peran masyarakat dalam pengendalian TBC,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam percepatan eliminasi TBC. Peran kader kesehatan, pemerintah desa, serta lintas sektor sangat dibutuhkan dalam menjangkau kelompok rentan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Penanggulangan TBC bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis target eliminasi TBC dapat tercapai,” tambahnya.
Melalui penguatan program yang terintegrasi, termasuk pemanfaatan layanan CKG dan peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas, sekaligus menekan angka penularan penyakit menular khususnya tuberkulosis di masyarakat. (Rls)
- Penulis: Hms
- Editor: El.kml

Saat ini belum ada komentar