Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i, Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i, Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

  • account_circle Hms
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

Mamuju,– Proclaimnews.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menggelar Workshop Tematik & Temu Da’i/Muballigh di Mamuju. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi Otoritas & Masa Depan Keagamaan” sebagai upaya strategis merespons perubahan lanskap dakwah di era digital, 14 Februari 2026.

Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.

Workshop ini dihadiri para da’i/muballigh, pengurus masjid, aktivis dakwah, serta narasumber yang berkompeten di bidangnya. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai forum silaturahmi, tetapi sebagai ruang konsolidasi dan penguatan ekosistem dakwah di Sulawesi Barat.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulbar, Jaun, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memahami agama. Menurutnya, generasi muda kini banyak belajar dari potongan video singkat, konten viral, hingga siaran langsung di media sosial yang tidak selalu menghadirkan rujukan utuh dan mendalam.

“Perubahan ini tidak bisa kita tolak, tetapi harus kita pahami dan respons secara bijaksana. Di sinilah posisi da’i menjadi sangat strategis sebagai penjaga harmoni sosial, perekat kebangsaan, dan peneduh di tengah polarisasi,” ujar Jaun.

Ia menekankan pentingnya dakwah progresif, yakni dakwah yang tidak hanya normatif dan tekstual, tetapi juga kontekstual serta tepat secara sosial. Dakwah, lanjutnya, harus mampu menghadirkan agama sebagai solusi, bukan sumber kegelisahan sosial.

Jaun juga menyampaikan bahwa workshop ini merupakan yang pertama digelar secara terstruktur dan tematik oleh Pemprov Sulbar. “Ini bukan sekadar upgrading teknis, tetapi ruang konsolidasi high level untuk merumuskan bagaimana otoritas keagamaan tetap kokoh di tengah arus digitalitas. Da’i harus mampu hadir di ruang front stage—di mimbar, televisi, dan media sosial—tanpa kehilangan integritas back stage, yaitu keteladanan pribadi dan kedalaman ilmu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulbar, Murdanil, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang mendengar dan memetakan tantangan nyata yang dihadapi para da’i di lapangan.

“Melalui pre-test, diskusi interaktif, sharing pengalaman, hingga post-test, kami ingin memetakan potensi dan preferensi para da’i. Hasilnya akan menjadi basis data dan rekomendasi strategis untuk penguatan ekosistem dakwah di Sulawesi Barat secara berkelanjutan,” kata Murdanil.

Menurutnya, ruang digital bukan sekadar ruang ekspresi, melainkan ruang publik yang memiliki konsekuensi hukum, sosial, dan kebangsaan. Karena itu, narasi keagamaan harus menjadi penyejuk dan perekat, bukan pemicu polarisasi.

Ditempat yang sama akademisi STAIN Majene yang didaulat menjadi salah satu narasumber, Prof. Muhammad Nasir, menegaskan bahwa dakwah tidak boleh dipahami semata sebagai aktivitas ceramah, melainkan sebagai proses transformasi sosial.

“Dakwah adalah misi peradaban. Ia menjaga harmoni masyarakat, merawat persatuan di tengah polarisasi, dan menghadirkan nilai rahmah serta toleransi dalam ruang publik,” ujar Prof. Nasir.

Ia mengingatkan bahwa di era digital, siapa pun dapat berbicara atas nama agama, sementara popularitas kerap dianggap sebagai otoritas. “Inilah tantangan kita. Muncul ustaz viral tanpa kompetensi, informasi agama tidak terverifikasi, dan masyarakat sulit membedakan antara ahli dan influencer. Karena itu, diperlukan standar keilmuan, sanad yang jelas, serta literasi keagamaan digital,” tegasnya.

Prof. Nasir juga menekankan pentingnya konsistensi antara front stage dan back stage dalam diri seorang da’i. Menurutnya, kredibilitas da’i ditentukan oleh keselarasan antara ucapan dan tindakan, kejujuran ilmiah, serta akhlak sebagai dakwah utama.

“Konten viral belum tentu valid. Potongan ceramah tanpa konteks bisa memicu salah paham. Maka budaya tabayyun digital harus menjadi etika bersama dalam berdakwah,” tambahnya.

Pada workshop ini, selain unsur pemerintah provinsi dan akademisi, turut hadir dalam memberi penguatan materi dari TNI, Pakar Hukum Tata Negara dan Professional Broadcaster. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal gerakan bersama dalam membangun masa depan keagamaan yang lebih kokoh, harmonis, dan strategis di Mamuju dan seluruh wilayah Sulawesi Barat.(rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korem 142/Tatag Gelar Aksi Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia Asri

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle El.kml
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id Dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Asri, Korem 142/Tatag menggelar kegiatan Jumat Bersih berupa aksi bersih pantai yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Arteri Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahun 2026 yang menekankan […]

  • Dirlantas Polda Sulbar Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat di Mamuju, Pastikan Personel Siap Layani Masyarakat

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Polda Sulbar -Proclaimnews.id Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Pos Nurhadi Ismanto melakukan pengecekan langsung ke sejumlah Pos Pengamanan yang menjadi bagian dari kegiatan Operasi Ketupat di wilayah Mamuju, Sabtu (14/3/26). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan tiga aspek krusial yaitu […]

  • Cegah Lakalantas di Kalangan Pelajar, Ditlantas Polda Sulbar Bersama Disdik Bahas Pembentukan “Sekolah Pelopor Keselamatan”

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Polda Sulbar –Proclaimnews. Id alam rangka meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, Subdirektorat Kamsel Ditlantas Polda Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Dikmas Lantas dan koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat.   Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat ini, Selasa (21/4/26) difokuskan pada pembentukan Sekolah Pelopor Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas […]

  • Anggota DPRD Sulbar Haluddin dan Sekwan Arianto Hadiri Forum Konsultasi Publik RKPD 2027

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Hms DPRD
    • visibility 104
    • 0Komentar

    MAMUJU – PROCLAIMNEWS.ID  Anggota DPRD Sulawesi Barat, Haluddin, dan Sekertaris Dewan (Sekwan) Arianto, hadiri Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2027 di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, *Senin 9 Februari 2026*. Forum ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan arah pembangunan daerah Sulawesi Barat tahun 2027. Kegiatan tersebut […]

  • Pemprov Sulbar Alokasikan Rp16 Miliar untuk Peningkatan Jalan Tabone-Nosu-Pana

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk peningkatan jalan poros Tabone-Nosu-Pana di Kabupaten Mamasa pada tahun 2025. Hal itu disampaikan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten se-Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 13 Maret 2025. Acara […]

  • Nasib THR PPPK Sulbar Terganjal Ruang Fiskal, Junda Maulana Sebut Anggaran Daerah Tidak Mampu

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MAMUJU, —Proclaimnews.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjelaskan alasan belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi faktor utama yang membuat pemerintah belum mampu memenuhi pembayaran tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Junda Maulana […]

expand_less