Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Nasib THR PPPK Sulbar Terganjal Ruang Fiskal, Junda Maulana Sebut Anggaran Daerah Tidak Mampu

Nasib THR PPPK Sulbar Terganjal Ruang Fiskal, Junda Maulana Sebut Anggaran Daerah Tidak Mampu

  • account_circle Hms
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
  • visibility 353
  • comment 0 komentar

MAMUJU, —Proclaimnews.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjelaskan alasan belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi faktor utama yang membuat pemerintah belum mampu memenuhi pembayaran tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Junda Maulana mengatakan, pemerintah pada dasarnya memiliki keinginan untuk membayarkan THR kepada para PPPK. Namun kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk merealisasikannya saat ini.

“Sebagai pemerintah tentu kami sangat ingin membayarkan THR PPPK, termasuk PPPK paruh waktu. Tetapi kenyataannya anggaran itu tidak tersedia di APBD karena keterbatasan fiskal daerah, dan nilainya juga tidak kecil,” ujar Junda Maulana, Sabtu (14/3/26).

Ia menjelaskan, bahkan anggaran gaji untuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu dalam APBD saat ini baru teralokasi untuk 10 bulan. Artinya, masih terdapat kekurangan anggaran untuk dua bulan gaji yang harus dicarikan solusinya.

“Saat ini Anggaran gaji PPPK kita baru teranggarkan untuk 10 bulan. Pemprov juga masih memikirkan sumber anggaran untuk menutupi kekurangan sisa gaji tersebut,” jelasnya.

Secara regulasi, pemerintah daerah memang diperbolehkan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membayar THR apabila tidak tersedia dalam APBD. Namun kondisi tersebut juga sulit dilakukan di Sulbar karena keterbatasan dana BTT.

Menurut Junda, dana BTT yang tersedia hanya sekitar Rp5 miliar. Sementara kebutuhan anggaran untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK penuh waktu saja mencapai sekitar Rp15 miliar, sementara untuk THR dan Gaji 13 PPPK Paruh Waktu sebesar Rp10,5 miliar, total kebutuhan anggaran bisa mencapai lebih dari Rp25,5 miliar.

“BTT kita hanya Rp5 miliar. Sementara kalau kita ingin membayar THR PPPK secara keseluruhan, kita butuh tambahan anggaran sekitar Rp25,5 miliar,” katanya.

Belum lagi jika dihitung dengan kekurangan dua bulan gaji PPPK Paruh Waktu, pemerintah daerah diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran sebesar 10,5 miliar.

“Kalau ditambah kekurangan dua bulan gaji dengan total kebutuhan untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK Penuh Waktu dan PPPK Patuh Waktu, kita membutuhkan total sekitar Rp36 miliar. Pertanyaannya, dari mana kita mendapatkan anggaran sebesar itu dalam waktu singkat?” ungkapnya.

Menanggapi sorotan terkait alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa yang mencapai sekitar Rp40 miliar, Junda menegaskan bahwa program tersebut sudah direncanakan jauh sebelumnya dan menjadi bagian dari janji kerja kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, BKK desa diberikan dengan tujuan mendorong kepala desa membantu pemerintah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Kepala desa kita minta membantu pemerintah, misalnya meningkatkan kunjungan posyandu hingga di atas 80 persen untuk menekan stunting serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem di desa. Itu ada targetnya, dan jika tidak tercapai maka tidak dibayarkan,” terangnya.

Ia menambahkan, alokasi BKK tersebut telah dimasukkan dalam APBD sejak tahap perencanaan, sehingga tidak berkaitan dengan kebijakan THR PPPK yang muncul setelah APBD disahkan.

Selain itu, perubahan status sebagian tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu juga ikut mempengaruhi perhitungan anggaran. Sebelumnya para tenaga tersebut tidak menerima THR karena masih berstatus honorer.

“Tahun lalu PPPK paruh waktu itu masih berstatus honorer, sehingga tidak ada THR. Setelah statusnya berubah, muncul kebijakan baru terkait THR sementara APBD sudah disahkan,” jelasnya.

Junda menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki niat untuk membeda-bedakan pegawai, namun kondisi keuangan daerah menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Kami sangat memahami kebutuhan teman-teman PPPK. Ini juga menjadi beban pemikiran pemerintah daerah, termasuk bapak Gubernur Suhardi Duka dan seluruh jajaran. Tetapi pada akhirnya semua bergantung pada kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (Rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulbar Tekankan Efisiensi Anggaran, Ingatkan ASN Hindari Pungutan dan Jaga Citra Publik

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MAMUJU — PROCLAIMNEWS.ID Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka,memimpin apel virtual lingkup Pemprov Sulbar, Senin 4 Mei 2026 Gubernur Suhardi Duka pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tengah kondisi nasional yang dinilai tidak sedang baik-baik saja. Dia mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja rasional, melayani masyarakat dengan maksimal, serta menghindari tindakan yang berpotensi […]

  • Keamanan Mudik dan Lebaran, Gubernur SDK Harap Seluruh Stakeholder Siaga 24 Jam

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Gubernur Sulbar, Suhardi Duka bekerjasama seluruh stakeholder menyukseskan Operasi Ketupat Tahun 2025. Operasi ketupat dilaksanakan dalam rangka memberi jaminan keamanan dan kelancaran mudik dan lebaran 1446 hijriah. Olehnya Gubernur Suhardi Duka mengharapkan, melalui operasi ketupat terbangun kekompakan seluruh stakeholder, baik pemerintah, Polri, TNI, BNPB, tim kesehatan. “Kita jamin dengan operasi ini lancar semua. Dan infrastruktur […]

  • KominfoSS Sulbar dan BPS Perkuat Kolaborasi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 222
    • 0Komentar

    MAMUJU – PROCLAIMNEWS.ID  Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Ridwan Djafar, menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, Suri Handayani, Kamis, 26 Februari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk koordinasi sekaligus meminta dukungan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang kegiatan lapangannya dijadwalkan mulai Mei 2026. Pertemuan […]

  • Badan Penghubung Daerah Sulbar Matangkan Persiapan HUT RI ke-81 dan Pawai Budaya Bersama TMII

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Jakarta –Proclaimnews.id Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Pawai Budaya yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Badan Penghubung Daerah seluruh Indonesia dan manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu, 08 Agustus 2026. Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi […]

  • *Calon Paskibraka Tingkat Nasional Asal Sulawesi Barat Kunjungi Anjungan Sulbar di TMII*

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Jakarta –Proclaimnews.id Dua putra-putri terbaik Provinsi Sulawesi Barat yang terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026 melaksanakan kunjungan ke Anjungan Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, di sela rangkaian kegiatan Paskibraka Tingkat Nasional. Pada Sabtu 18 Juli 2026, kedua perwakilan Sulawesi Barat tersebut, M. Deni Fikri dan […]

  • Gubernur Sulawesi Barat Memimpin Jalan Jalan nya Rapat Pimpinan : Menegaskan Pentingnya Perencanaan Pembangunan yang Terarah, Terukur, Serta Berbasis Pada Kebutuhan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Ars
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sulbar – Proclaimnews.id   Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Memimipin jalannya rapat pimpinan yang dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar. Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Arianto AP, yang didampingi para Kepala Bagian (Kabag) lingkup Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balroom […]

expand_less