Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Nasib THR PPPK Sulbar Terganjal Ruang Fiskal, Junda Maulana Sebut Anggaran Daerah Tidak Mampu

Nasib THR PPPK Sulbar Terganjal Ruang Fiskal, Junda Maulana Sebut Anggaran Daerah Tidak Mampu

  • account_circle Hms
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
  • visibility 262
  • comment 0 komentar

MAMUJU, —Proclaimnews.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjelaskan alasan belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi faktor utama yang membuat pemerintah belum mampu memenuhi pembayaran tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Junda Maulana mengatakan, pemerintah pada dasarnya memiliki keinginan untuk membayarkan THR kepada para PPPK. Namun kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk merealisasikannya saat ini.

“Sebagai pemerintah tentu kami sangat ingin membayarkan THR PPPK, termasuk PPPK paruh waktu. Tetapi kenyataannya anggaran itu tidak tersedia di APBD karena keterbatasan fiskal daerah, dan nilainya juga tidak kecil,” ujar Junda Maulana, Sabtu (14/3/26).

Ia menjelaskan, bahkan anggaran gaji untuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu dalam APBD saat ini baru teralokasi untuk 10 bulan. Artinya, masih terdapat kekurangan anggaran untuk dua bulan gaji yang harus dicarikan solusinya.

“Saat ini Anggaran gaji PPPK kita baru teranggarkan untuk 10 bulan. Pemprov juga masih memikirkan sumber anggaran untuk menutupi kekurangan sisa gaji tersebut,” jelasnya.

Secara regulasi, pemerintah daerah memang diperbolehkan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membayar THR apabila tidak tersedia dalam APBD. Namun kondisi tersebut juga sulit dilakukan di Sulbar karena keterbatasan dana BTT.

Menurut Junda, dana BTT yang tersedia hanya sekitar Rp5 miliar. Sementara kebutuhan anggaran untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK penuh waktu saja mencapai sekitar Rp15 miliar, sementara untuk THR dan Gaji 13 PPPK Paruh Waktu sebesar Rp10,5 miliar, total kebutuhan anggaran bisa mencapai lebih dari Rp25,5 miliar.

“BTT kita hanya Rp5 miliar. Sementara kalau kita ingin membayar THR PPPK secara keseluruhan, kita butuh tambahan anggaran sekitar Rp25,5 miliar,” katanya.

Belum lagi jika dihitung dengan kekurangan dua bulan gaji PPPK Paruh Waktu, pemerintah daerah diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran sebesar 10,5 miliar.

“Kalau ditambah kekurangan dua bulan gaji dengan total kebutuhan untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK Penuh Waktu dan PPPK Patuh Waktu, kita membutuhkan total sekitar Rp36 miliar. Pertanyaannya, dari mana kita mendapatkan anggaran sebesar itu dalam waktu singkat?” ungkapnya.

Menanggapi sorotan terkait alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa yang mencapai sekitar Rp40 miliar, Junda menegaskan bahwa program tersebut sudah direncanakan jauh sebelumnya dan menjadi bagian dari janji kerja kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, BKK desa diberikan dengan tujuan mendorong kepala desa membantu pemerintah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Kepala desa kita minta membantu pemerintah, misalnya meningkatkan kunjungan posyandu hingga di atas 80 persen untuk menekan stunting serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem di desa. Itu ada targetnya, dan jika tidak tercapai maka tidak dibayarkan,” terangnya.

Ia menambahkan, alokasi BKK tersebut telah dimasukkan dalam APBD sejak tahap perencanaan, sehingga tidak berkaitan dengan kebijakan THR PPPK yang muncul setelah APBD disahkan.

Selain itu, perubahan status sebagian tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu juga ikut mempengaruhi perhitungan anggaran. Sebelumnya para tenaga tersebut tidak menerima THR karena masih berstatus honorer.

“Tahun lalu PPPK paruh waktu itu masih berstatus honorer, sehingga tidak ada THR. Setelah statusnya berubah, muncul kebijakan baru terkait THR sementara APBD sudah disahkan,” jelasnya.

Junda menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki niat untuk membeda-bedakan pegawai, namun kondisi keuangan daerah menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Kami sangat memahami kebutuhan teman-teman PPPK. Ini juga menjadi beban pemikiran pemerintah daerah, termasuk bapak Gubernur Suhardi Duka dan seluruh jajaran. Tetapi pada akhirnya semua bergantung pada kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (Rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Implementasikan Perpres 115/2025, Inspektorat Daerah Sulbar Gelar Entry Meeting Pengawasan Program MBG

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya Pasal 57 yang mengamanatkan bahwa pemantauan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan oleh kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing, Inspektorat Daerah Sulawesi Barat melaksanakan Entry […]

  • Jaga Produksi Tetap Optimal, UPTD BPTPH DTPHP Sulbar Lakukan GERDAL Penggerek Batang Padi Seluas 12 Hektare

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Mamuju —Proclaimnews.id Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) terus melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) guna menjaga produksi padi tetap optimal. Upaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Pangan serta Panca Daya Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK). Melalui Petugas Pengendali Organisme […]

  • Soliditas TNI-Polri dan Pemprov Sulbar Terjalin Erat dalam Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Sulbar – Proclaimnews.id Suasana kekeluargaan dan keakraban mewarnai buka puasa bersama (bukber) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di Sapota, rumah jabatan Bupati Mamuju, Kamis (20/4/25). Acara tersebut menjadi panggung bagi demonstrasi soliditas yang kuat antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, ditandai dengan kehadiran Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Adang Ginanjar dan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen […]

  • Wujudkan Keselamatan Berlalu Lintas, Ditlantas Polda Sulbar Pasang Banner Himbauan di Sejumlah Titik Mamuju

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Polda Sulbar –Proclaimnews.id Dalam rangka mendukung program Bulan Tertib Berkeselamatan, personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan pemasangan banner himbauan tertib berlalu lintas, Rabu (29/4/26). Pemasangan banner dilakukan di beberapa titik strategis yang merupakan kawasan padat aktivitas masyarakat maupun pendidikan antara lain: 1. Jl. Pasar Sentral (Pasar Lama Mamuju) 2. Jl. Kumbang Malolo […]

  • Stok BBM di Bone Aman Jelang Idulfitri, Masyarakat Diimbau Tidak Perlu Khawatir

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Bone, – Proclaimnews.id  19 April 2026 – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Bone dalam kondisi aman dan terkendali, termasuk untuk produk Pertalite dan Solar yang menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan data stok terkini di sejumlah SPBU di wilayah Bone pada hari ini, pasokan BBM masih tersedia […]

  • Buka Puasa Bersama di Rujab Bupati Mamuju, Gubernur Sulbar: Ini Kemenangan Kita Semua

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Salim S Mengga menghadiri buka puasa bersama di Rujab Bupati Mamuju. Rabu (12/3/2025). Acara ini dihadiri Forkopimda Sulbar, Pimpinan OPD Sulbar sejumlah anggota DPRD Sulbar berbagai tokoh dan masyarakat, Kesempatan itu digunakan Gubernur Sulbar untuk menyampaikan beberapa hal. Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan rasa […]

expand_less