DKPPKB Sulbar Jadi Narasumber di RRI Mamuju, Bahas Darurat Wabah Campak di Sulawesi Barat
- account_circle Hms
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar

Mamuju – Proclaimnews.id Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menjadi narasumber dalam siaran dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Mamuju, dengan topik “Darurat Wabah Campak di Sulawesi Barat”.
Dialog interaktif berlangsung pada Kamis 16 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran penyakit campak yang saat ini menjadi perhatian serius.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus berkomitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata. Upaya penanggulangan wabah campak menjadi salah satu prioritas melalui penguatan imunisasi dan surveilans di seluruh wilayah kabupaten.
Dialog interaktif ini menghadirkan narasumber dari DKPPKB Sulbar, yaitu Muslimin selaku Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi dan Haji, serta Emilda Yulinda sebagai Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya. Dalam pemaparannya, keduanya menegaskan bahwa peningkatan kasus campak harus direspons secara cepat, terkoordinasi, dan berbasis data.
“Penguatan surveilans menjadi kunci dalam mendeteksi kasus secara dini. Selain itu, percepatan imunisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat sangat penting untuk memutus rantai penularan campak,” ujar Muslimin.
Senada dengan hal tersebut, Emilda Yulinda menambahkan bahwa peran masyarakat sangat menentukan dalam upaya pengendalian penyakit menular.
“Masyarakat perlu memahami gejala awal campak serta segera mengakses layanan kesehatan apabila ditemukan kasus suspek. Respons cepat akan mencegah penyebaran yang lebih luas,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sebagai langkah perlindungan utama terhadap campak.
“Imunisasi adalah upaya paling efektif dalam mencegah campak. Kami mengimbau seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk tidak menunda imunisasi anak demi melindungi mereka dari risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” tegasnya.
Selain itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna mempercepat penanganan kasus serta mencegah meluasnya wabah di wilayah Sulawesi Barat.
Melalui dialog interaktif ini, masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila menemukan gejala Campak, serta proaktif melaporkan setiap kasus yang muncul di lingkungan sekitar. Upaya edukasi yang masif, disertai dengan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, diharapkan dapat menekan laju penyebaran campak serta menjaga derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. (Rls)
- Penulis: Hms
- Editor: El.kml

Saat ini belum ada komentar