Mantapkan Musda IV, PPM Sulbar Konsolidasi dengan Gubernur, Danrem dan Danlanal
- account_circle Tim Media PPM
- calendar_month Sen, 14 Sep 2026
- visibility 237
- comment 0 komentar

MAMUJU — Proclaimnews.id Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) IV Pemuda Panca Marga (PPM) Sulawesi Barat, jajaran Pengurus Daerah PPM Sulbar terus mematangkan konsolidasi organisasi. Sejumlah audiensi dilakukan dengan pimpinan daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Gubernur Sulawesi Barat, Komandan Korem 142/Tatag, Danlanal Mamuju, serta jajaran Polda Sulbar.
Audiensi yang dipimpin langsung Ketua PPM Sulawesi Barat, Firman Juang, tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga bagian dari persiapan menuju forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Dalam kesempatan tersebut, PPM Sulbar menyampaikan undangan sekaligus membangun komunikasi dengan para pimpinan daerah terkait pelaksanaan Musda IV yang akan berlangsung di Mamuju pada 28–29 September 2026.
Firman Juang mengatakan, Musda IV harus menjadi momentum penting untuk memperkuat keberlanjutan organisasi. Menurutnya, pergantian kepemimpinan bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari regenerasi untuk memastikan PPM tetap hidup, berkembang dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Musda ini bukan sekadar memilih ketua baru. Ini adalah momentum untuk menentukan arah PPM Sulbar ke depan, memperkuat konsolidasi dan memastikan organisasi hadir sampai ke tingkat akar rumput,” ujar Firman Juang.
Sebagai bagian dari Keluarga Besar TNI (KBT), PPM memiliki ikatan historis dengan perjuangan para veteran dan memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai kejuangan kepada generasi berikutnya. Karena itu, konsolidasi organisasi menurut Firman tidak cukup hanya membangun struktur, tetapi juga harus membangun karakter dan kapasitas kader.
Dalam roadmap kepengurusan saat ini, konsolidasi internal telah diarahkan hingga ke seluruh wilayah Sulawesi Barat. Seluruh cabang PPM telah terbentuk, sehingga tantangan kepengurusan berikutnya adalah menyelesaikan pembentukan organisasi hingga tingkat ranting.
“Kita sudah meletakkan fondasi dengan membentuk seluruh cabang. Kepengurusan berikutnya akan dituntut untuk segera menuntaskan pembentukan ranting sampai 69 kecamatan pada tahun pertama. Jadi organisasi ini tidak boleh hanya kuat di tingkat provinsi dan cabang, tetapi harus benar-benar hidup sampai akar rumput,” jelasnya.
Setelah penguatan struktur organisasi tersebut, agenda kaderisasi akan dilanjutkan dengan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) secara serentak. Kegiatan tersebut diarahkan sebagai bagian dari pembentukan karakter kader, kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan dan semangat bela negara, dengan tetap mendapatkan bimbingan dan pembinaan dari TNI selaku pembina Keluarga Besar TNI.
Menurut Firman, kaderisasi menjadi penting agar PPM tidak hanya memiliki struktur organisasi yang lengkap, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang memahami sejarah, memiliki karakter kebangsaan dan siap mengambil bagian dalam pengabdian kepada masyarakat.
Napak Tilas Sejarah, Menghidupkan JSN ’45
Selain konsolidasi dan kaderisasi, PPM Sulbar juga akan menempatkan napak tilas sejarah perjuangan di Sulawesi Barat sebagai salah satu agenda penting kepengurusan mendatang.
Agenda tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan kader dengan jejak sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus menanamkan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 1945 (JSN ’45).
Bagi PPM, JSN ’45 bukan sekadar materi sejarah. Nilai-nilai luhur perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan harus menjadi karakter yang hidup dalam diri kader dan diwariskan secara berkelanjutan dari tingkat daerah hingga akar rumput.
“Sejarah jangan hanya menjadi cerita yang kita baca atau dengar. Sejarah harus menjadi nilai yang kita hidupkan. JSN ’45, semangat perjuangan dan nilai-nilai kejuangan harus terpatri dalam setiap insan PPM, kemudian disebarkan oleh seluruh pengurus sampai ke tingkat ranting,” tegas Firman.
Ia menilai, Sulawesi Barat memiliki kekayaan sejarah perjuangan yang sangat penting untuk dikenalkan kepada generasi muda. Karena itu, napak tilas nantinya diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter dan penguatan identitas kader PPM.
Bukan Sekadar Besar, tetapi Harus Bermanfaat
Diperkirakan setidaknya ratusan kader PPM dari berbagai wilayah di Sulawesi Barat akan hadir dalam Musda IV di Mamuju. Forum tersebut diharapkan menjadi konsolidasi besar tingkat daerah yang mempertemukan para kader, pengurus dan keluarga besar PPM untuk membicarakan masa depan organisasi.
Musda juga diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru yang memiliki agenda kerja konkret, mulai dari penguatan struktur hingga akar rumput, kaderisasi, pembinaan bersama unsur pembina KBT, penguatan wawasan kebangsaan, pelestarian sejarah perjuangan hingga peningkatan kiprah sosial organisasi.
Firman menegaskan, ukuran keberhasilan organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya struktur atau besarnya jumlah kader, tetapi dari sejauh mana keberadaan PPM mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PPM tidak boleh hanya dikenang karena sejarahnya. PPM harus hadir melalui kiprahnya. Kita ingin organisasi ini semakin solid, semakin berkarakter, semakin bermanfaat dan ditunggu kiprahnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia berharap kepengurusan baru nantinya dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menyempurnakan pekerjaan yang belum terselesaikan. Regenerasi, kata dia, harus dipandang sebagai estafet pengabdian, bukan sekadar pergantian figur.
“Setiap kepemimpinan tentu memiliki keterbatasan. Masih ada pekerjaan yang belum selesai dan itu menjadi tugas generasi berikutnya untuk melanjutkan dan menyempurnakannya. Dari akar rumput kita bangun konsolidasi, dari sejarah kita bangun karakter, dan dari kaderisasi kita lahirkan pengabdian,” pungkas Firman Juang.
Musda IV PPM Sulawesi Barat diharapkan menjadi titik balik konsolidasi organisasi: merawat sejarah perjuangan, memperkuat persaudaraan Keluarga Besar TNI, melahirkan regenerasi kepemimpinan dan menghadirkan PPM yang semakin solid, berkarakter serta nyata manfaatnya bagi masyarakat dan pembangunan Sulawesi Barat.(*).
- Penulis: Tim Media PPM
- Editor: El.kml

Saat ini belum ada komentar