Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bapperida Sulbar Jadikan Kakao dan Kopi Pilar Transformasi Ekonomi Berbasis Panca Daya

Bapperida Sulbar Jadikan Kakao dan Kopi Pilar Transformasi Ekonomi Berbasis Panca Daya

  • account_circle Hms
  • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Mamuju -Proclaimnews.id Sulawesi Barat memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kakao dan kopi. Namun, besarnya produksi dua komoditas unggulan tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi petani dan perekonomian daerah. Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mempercepat strategi hilirisasi agar kakao dan kopi tidak lagi hanya dijual sebagai bahan baku, melainkan menjadi produk bernilai tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rekomendasi Core Competence Sulawesi Barat di Ruang RPJMD Kantor Bapperida Sulbar, Selasa (28/7/2026).

Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, mengatakan penyusunan core competence daerah harus menghasilkan rekomendasi yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen kajian.

Menurutnya, Sulawesi Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis komoditas unggulan. Pada 2025, produksi kakao mencapai sekitar 66,1 ribu ton dari luas areal 140,9 ribu hektare, sedangkan produksi kopi mencapai 5,2 ribu ton dari lahan seluas 17,1 ribu hektare. Sektor pertanian juga masih menjadi penopang utama ekonomi daerah dengan kontribusi sekitar 47,73 persen terhadap struktur perekonomian Sulawesi Barat, sementara pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,36 persen.

Meski demikian, Amujib menilai tingginya produksi belum otomatis meningkatkan kesejahteraan petani. Tantangan utama saat ini adalah mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui hilirisasi, inovasi, dan penguatan rantai nilai.

“Kita tidak cukup hanya meningkatkan produksi kakao dan kopi. Tantangan kita adalah bagaimana mengubah produksi tersebut menjadi produktivitas, nilai tambah industri, investasi, kesempatan kerja, peningkatan pendapatan petani, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat,” ujar Amujib.

Ia menjelaskan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, melalui Panca Daya yang menempatkan hilirisasi sebagai salah satu strategi utama pembangunan ekonomi daerah.

Melalui Panca Daya, pemerintah mendorong pengembangan industri pengolahan kakao dan kopi agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun global.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi juga diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui bertambahnya pendapatan petani, berkembangnya UMKM, terbukanya lapangan kerja baru, dan percepatan pengentasan kemiskinan.

Bapperida juga menilai transformasi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, peningkatan kapasitas petani, pelaku usaha, tenaga pengolah hasil, hingga generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun industri kakao dan kopi yang berkelanjutan.

Selain penguatan SDM, pembangunan infrastruktur produksi, fasilitas pascapanen, logistik, konektivitas digital, hingga industri pengolahan dinilai menjadi faktor pendukung agar rantai nilai kakao dan kopi terus berkembang.

Amujib menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi sekaligus mempercepat implementasi hasil kajian ke dalam program pembangunan dan investasi daerah.

Ia berharap FGD tersebut menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Barat sebagai salah satu pusat pengembangan kakao dan kopi nasional.

“Sulawesi Barat tidak ingin selamanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan baku. Kita ingin menjadi daerah yang menghasilkan nilai tambah, melahirkan industri, inovasi, dan wirausaha baru, sehingga petani memperoleh manfaat ekonomi yang semakin besar dari komoditas yang mereka hasilkan. Dari kebun kita membangun industri, dari komoditas kita menciptakan nilai tambah, dan melalui Panca Daya kita wujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,” pungkas Amujib. (Rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov dan DPR RI Jalin Kerjasama, Berbagai Program Pusat Masuk ke Sulbar

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id  Pemprov Sulbar menjalin kerjasama dengan Anggota DPR RI dapil Sulbar Zulfikar Sihardi. Rapat yang dilaksanakan di Pemprov Sulbar dipimpin langsung Gubernur Suhardi Duka dan dihadiri beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis 26 Maret 2026. “Hari ini saya berkoordinasi dengan OPD Pemprov Sulbar yang bermitra dengan DPR RI komisi IV,” kata Zulfikar. […]

  • Pemkab Mamuju Tengah Salurkan Bantuan Dana untuk 10 Masjid di Momen Ramadan

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 178
    • 0Komentar

      Mateng  – Proclaimnews.id  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sarana ibadah melalui program Safari Ramadan. Tidak sekadar berkunjung untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga, momentum ini juga dibarengi dengan penyaluran bantuan dana pembangunan masjid di seluruh kecamatan. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Mamuju Tengah, Akbar As’ad, mengungkapkan bahwa pada Ramadan […]

  • MODERASI HUKUM KELUARGA ISLAM DALAM FILSAFAT HUKUM ISLAM

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle Zainuddiin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Mamuju -Proclaimnews.id Ulasan Siar Dakwah Oleh : Ahmad Zainuddin Program Magister Hukum Keluarga Islam, STAIN Majene Secara bahasa,moderasi berasal dari kata Latin moderatio yang berarti sikap tengah, tidak berlebihan, dan tidak kekurangan. Dalam Islam, moderasi dikenal dengan istilah *wasathiyah* yang berarti keseimbangan dan keadilan. *Moderasi hukum keluarga Islam* adalah cara memahami dan menerapkan hukum keluarga […]

  • Hadiri Rakor MTQ, Karo Pemkesra: Kita Siap Jalankan Arahan Gubernur Agar Pelaksanaan Sukses dan Bermanfaat

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id  Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, mengikuti Rapat Koordinasi dalam rangka persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (10/2/2026). Rapat koordinasi ini digelar sebagai langkah awal mematangkan persiapan teknis dan administratif guna memastikan […]

  • Wakil Ketua DPRD Sulbar Dr. Hj. St. Suraidah hadiri kegiatan peningkatan kapasitas pengurus (UPGRADING) DPD KPPI Prov. Sulbar

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Hms Dprd
    • visibility 240
    • 0Komentar

    MAMUJU,  – PROCLAIMNEWS.ID  Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Dr. Hj. St. Suraidah Suhardi, hadiri kegiatan peningkatan kapasitas pengurus (UPGRADING) DPD KPPI Prov. Sulbar yang digelar di Aula Kantor Kemenag Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (29/1/2026) Dalam kegiatan tersebut Dr. Hj. St. Suraidah Suhardi, memberikan materi keorganisasian dengan tema ” *”Learning Leadership”* : Transformasi Pemimpin Perempuan […]

  • Hari Kedua Bergerak, UPTD Pajak Polman Gencarkan Penagihan Kendaraan Dinas Demi Optimalisasi PAD

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Polewali Mandar —Proclaimnews.id  Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus digencarkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Barat. Memasuki hari kedua pelaksanaan, UPTD Pelayanan Pajak Polewali Mandar (Polman) kembali bergerak aktif melakukan penagihan tunggakan pajak kendaraan dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten Polman, Rabu 29 April 2026.   Dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Pelayanan Pajak Polman, […]

expand_less