BPKAD Sulbar Ikuti Bimtek Penggunaan Fitur PERDANA pada SIKD: Perkuat Perencanaan Pendanaan Pembangunan Daerah
- account_circle Hms
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

JAKARTA –Proclaimnews.id Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Kepala Bidang Anggaran dan Bina Kabupaten, Abd. Kuddus, didampingi Plt. Kasubbid Anggaran dan Bina Kabupaten Wilayah II, Amir Hamzah, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Fitur PERDANA (Pemetaan Indikasi Kebutuhan Pendanaan Kegiatan Pembangunan Prioritas Daerah) pada Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD), Kamis (25/6/2026).
Bimtek yang diselenggarakan secara daring melalui Microsoft Teams tersebut diikuti dari Ruang Rapat Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat di Jakarta.
Melalui pemanfaatan teknologi informasi dan sistem perencanaan yang terintegrasi, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola keuangan dan pembangunan yang lebih efektif, transparan, serta tepat sasaran. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan misi kelima Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.
Bimtek dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan pemetaan indikasi kebutuhan pendanaan kegiatan pembangunan prioritas daerah melalui fitur PERDANA pada SIKD. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur BPKAD, Bappeda, serta perangkat daerah teknis yang memiliki keterkaitan dengan proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
Kepala Bidang Anggaran dan Bina Kabupaten BPKAD Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Kuddus, menjelaskan bahwa fitur PERDANA merupakan instrumen yang sangat penting dalam mendukung sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah dengan kebutuhan pendanaan yang tersedia.
“Melalui fitur PERDANA, pemerintah daerah dapat melakukan pemetaan kebutuhan pendanaan program dan kegiatan prioritas secara lebih terukur dan sistematis. Fitur ini membantu memastikan bahwa perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan dapat diidentifikasi kebutuhan pendanaannya sejak awal, sehingga proses penganggaran menjadi lebih efektif dan terarah,” ujar Abd. Kuddus.
Abd. Kuddus menambahkan, pemanfaatan fitur PERDANA pada SIKD juga akan mendukung penyusunan kebijakan fiskal daerah yang lebih akurat karena didasarkan pada data dan kebutuhan pembangunan yang telah dipetakan secara komprehensif.
“Kami berharap melalui bimtek ini seluruh perangkat daerah dapat memahami mekanisme penggunaan fitur PERDANA dengan baik sehingga proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah semakin terintegrasi, akuntabel, dan mampu mendukung pencapaian target pembangunan daerah,” tambahnya.
Dengan mengikuti kegiatan ini, BPKAD Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas aparatur dan mengoptimalkan pemanfaatan sistem informasi keuangan daerah guna mendukung perencanaan pembangunan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.
- Penulis: Hms
- Editor: El.kml

Saat ini belum ada komentar