Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Apa Itu Kreatinin? Ketahui Kadar Normal dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Kreatinin? Ketahui Kadar Normal dan Cara Mengatasinya

  • account_circle proclaimnews
  • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
  • visibility 88
  • comment 0 komentar

Jakarta – Proclaimnews.id  Kreatinin adalah salah satu zat sisa yang harus dibuang dari tubuh. Seseorang biasanya harus menjalani tes kreatinin untuk mengetahui kesehatan ginjalnya. Jika kadar kreatininnya tinggi, maka kemungkinan ginjalnya sudah tidak berfungsi baik.
Simak artikel ini untuk mengetahui apa itu kreatinin, lengkap dengan kadar normal, penyebab kadarnya tinggi, berbagai gejala, hingga cara mengatasi kadar kreatinin yang tinggi.

Kreatinin Adalah Zat Limbah
Dikutip dari Medline Plus, kreatinin adalah zat limbah normal yang dihasilkan tubuh saat Anda menggunakan otot dan sebagian jaringan otot tersebut rusak. Namun ketika ginjal bermasalah, kreatinin tidak tersaring dengan baik, sehingga menumpuk dalam darah.

Kreatinin yang telah disaring oleh ginjal akan dibuang melalui urine. Jika kadar kreatinin dalam darah dan/atau urine tidak normal, maka bisa jadi merupakan tanda penyakit ginjal .

Cara Mengetahui Kadar Kreatinin
Untuk bisa mengetahui berapa kadar kreatinin seseorang, maka harus dilakukan tes. Dua jenis tes yang mungkin dilakukan adalah:

1. Tes Darah
Dalam pelaksanaan tes darah untuk kreatinin, dokter atau perawat akan mengambil sampel darah dari vena di lengan.Darah akan dikumpulkan ke dalam tabung reaksi atau botol kecil. Proses ini biasanya memakan waktu kurang dari lima menit.

2. Tes Urine
Penyedia kesehatan mungkin meminta sampel urine setiap kali kencing selama 24 jam. Ini dilakukan karena kadar kreatinin bisa bervariasi sepanjang hari. Namun terkadang hanya dibutuhkan sampel urine dari periode waktu yang lebih pendek.

Berapa Kadar Kreatinin Normal?
Berapakah kadar kreatinin yang dikatakan normal? Berdasarkan situs Mayo Clinic, kadar kreatinin normal adalah sebagai berikut:

Pria dewasa: 0,74-1,35 mg/dL.
Wanita dewasa: 0,59-1,04 mg/dL.
Penyebab Kadar Kreatinin Meningkat
Kadar kreatinin bisa tinggi karena beberapa hal. Dikutip dari situs Cleveland Clinic, berikut penyebab kadar kreatinin di atas normal:

Ginjal yang bermasalah, seperti penyakit gagal ginjal, batu ginjal, dan infeksi ginjal.
Sensitif terhadap beberapa jenis obat, seperti antibiotik dan diuretik.
Memiliki riwayat hipertensi
Mengidap diabetes.
Mengalami dehidrasi.
Gejala Akibat Kadar Kreatinin Tinggi
Tanpa tes, orang tidak akan mengetahui apakah kadar kreatininnya tinggi. Namun beberapa gejala yang mungkin dirasakan ketika kadar kreatininnya tinggi adalah sebagai berikut:

Sering buang air kecil.
Tangan, kaki, atau kelopak mata bengkak.
Kulit kering, gatal, atau mati rasa.
Mual-mual.
Kram otot.
Gampang lelah.
Gatal-gatal.
Selera makan hilang.
Kapan Harus Mengecek Kadar Kreatinin?
Orang tidak bisa serta merta menjalani tes kreatinin ketika mengalami gejala-gejala di atas. Sebab gejala tersebut juga sering ditemui dalam masalah kesehatan lain.

Tes kreatinin akan dilakukan dokter jika ada faktor risiko atau diagnosis yang mengarah pada kerusakan ginjal. Beberapa di antaranya adalah:

Memiliki penyakit kencing manis.
Hipertensi.
Mengalami diabetes.
Obesitas.

Ada riwayat keluarga yang mengalami gangguan ginjal, hipertensi, atau diabetes.
Punya penyakit jantung.
Faktor usia karena sudah di atas 60 tahun.
Cara Mengatasi Kadar Kreatinin Tinggi
Jika hasil tes menunjukkan kadar kreatinin yang tinggi, maka bisa menjadi tanda kerusakan ginjal. Jika dibiarkan, tentu fungsi ginjal akan semakin parah. Dilansir dari Healthline dan Kidney, berikut ini beberapa cara untuk mengatasi kadar kreatinin tinggi:

Jangan mengkonsumsi suplemen yang mengandung kreatin.
Rutin berolahraga, tetapi jangan sampai di luar batas karena bisa merusak jaringan otot.
Kurangi asupan protein, misalnya makanan dengan daging merah.
Makanlah lebih banyak serat, misalnya dari buah, sayur, biji-bijian, atau kacang-kacangan.
Penuhi kebutuhan cairan tubuh. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan, seberapa besar kebutuhan Anda.
Kurangi asupan garam atau natrium, terutama dari makanan olahan.
Hindari penggunaan obat pereda nyeri seperti NSAID secara berlebihan.
Jangan merokok dan minum alkohol.
Demikian tadi penjelasan tentang kreatinin, yaitu zat limbah yang menjadi penanda kesehatan ginjal. Segera konsultasikan dengan dokter jika memiliki faktor risiko atau mengalami gejala-gejala di atas(**)

  • Penulis: proclaimnews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surat Edaran Gubernur Sulbar: Tahun Baru 2026 Tanpa Petasan, Tanpa Balapan Liar

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Hms
    • visibility 120
    • 0Komentar

    MAMUJU – PROCLAIMNEWS.ID  Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 59 Tahun 2025 tentang Panduan Perayaan Menyambut Tahun Baru 2026 di Provinsi Sulawesi Barat. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kekhidmatan masyarakat dalam menyambut pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Surat edaran tersebut ditujukan kepada para bupati se-Sulawesi Barat, pimpinan instansi […]

  • Upgrade Kompetensi, Upgrade Layanan! Bapenda Sulbar Maksimalkan Aplikasi SIPADA untuk Tata Kelola Lebih Akuntabel

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MAMUJU — PROCLAIMNEWS.ID Komitmen transformasi digital terus ditegaskan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Melalui langkah strategis bertajuk upgrade kompetensi, upgrade layanan, Bapenda Sulbar memaksimalkan penggunaan Aplikasi SIPADA (Sistem Informasi Perjalanan Dinas) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para operator dari masing-masing bidang lingkup Bapenda Sulbar sebagai upaya […]

  • DLHK Sulbar Evaluasi KLHS RTRW Mamasa 2025-2045 untuk Pastikan Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Mamuju —.Proclaimnews.id  Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Evaluasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mamasa Tahun 2025-2045 pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat DLHK Provinsi Sulawesi Barat. Evaluasi ini merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Kabupaten Mamasa terkait penjadwalan evaluasi laporan […]

  • Hari Kedua Seleksi Terbuka JPT Pratama Sulbar, Gubernur Fokus pada Penilaian Karakter dan Konsistensi

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Hms
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Mamuju – .Proclaimnews.id Proses wawancara dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali berlanjut. Pada hari kedua pelaksanaan, Selasa, 16 Desember 2025, peserta mengikuti tahapan wawancara yang digelar oleh Pemprov Sulbar. Wawancara dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur, Salim S Mengga, serta Sekretaris Daerah […]

  • Pastikan Keamanan Masyarakat Jelang Natal dan Tahun Baru, Wakil Ketua DPRD Sulbar Bersama Gubernur dan Forkopimda Kunjungi Pos Pam Terpadu

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle Hms
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Mamuju — Proclaimnews.id  Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Hj. St. Suraidah Suhardi, bersama Gubernur Sulawesi Barat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulbar melakukan kunjungan ke Pos Pengamanan (Pos Pam) Terpadu di Simpang Tiga Polsek Mamuju, Selasa, 24 Desember 2025. […]

  • Kapolda Sulbar Bersama Forkopimda Pantau Arus Mudik dan Pos Pengamanan Idul Fitri 1447 H, Pastikan Pelayanan Maksimal

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Proclaimnews.id Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta bersama jajaran Forkopimda melakukan peninjauan langsung terhadap arus mudik menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H, dengan fokus pada dua titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pemudik yaitu Pos Pelayanan Terminal Simbuang dan Pos Pengamanan Anjungan Pantai Manakarra. Peninjauan yang dilakukan, Selasa (17/3/26) pukul […]

expand_less