Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » DKP Sulbar Kolaborasi LPPM Unhas Petakan Strategi Industri Rumput Laut Berkelanjutan Lewat FGD

DKP Sulbar Kolaborasi LPPM Unhas Petakan Strategi Industri Rumput Laut Berkelanjutan Lewat FGD

  • account_circle Hms
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar

Mamuju – Proclaimnews.id Dalam upaya memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai motor penggerak ekonomi daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat bersinergi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Hulu Industri Rumput Laut: Peningkatan Kualitas Bibit, Mutu, dan Tata Kelola Rantai Nilai Lokal”.

 

FGD berlangsung di Grand Maleo Hotel & Convention, Mamuju, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pemetaan strategi industri rumput laut berkelanjutan di Sulawesi Barat.

 

Kegiatan strategis ini selaras dengan visi besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang tertuang dalam program PANCA DAYA, khususnya pada poin pertama yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah kolaboratif ini juga mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, Junda Maulana yang terus mendorong integrasi kebijakan lintas sektor guna memastikan komoditas unggulan daerah memiliki daya saing global.

 

Riset PAIR: Menuju Ekonomi Sirkular di Laut Sulawesi

 

​Pertemuan lintas multi sektoral ini merupakan bagian dari rangkaian riset lapangan dalam kerangka program Partnership for Australia – Indonesia Research (PAIR). Fokus utamanya adalah implementasi Circular Economy (Ekonomi Sirkular) pada industri rumput laut di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

 

Prof. Ambo Tuwo sebagai Ketua Tim Peneliti dari LPPM Unhas menekankan bahwa rumput laut bukan sekadar komoditas dagang, melainkan pilar penting bagi ekosistem dan ketahanan pangan.

 

​”Kita memerlukan harmonisasi kebijakan dari pusat hingga daerah agar nilai ekonomi rumput laut meningkat melalui diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah,” jelasnya.

 

Peran Strategis: Dari Penyerap Karbon hingga Pupuk Organik

 

​Dalam diskusi sehari ini, terungkap bahwa rumput laut memegang peranan krusial dalam ekonomi sirkular melalui tiga fungsi utama:

 

​1. Restorasi Ekosistem (Blue Carbon): Menyerap CO2 lebih efektif dibanding hutan daratan.

2. Fitoremediasi: Menjadi filter alami yang menyerap kelebihan nutrisi limbah industri untuk membersihkan perairan.

3. Pupuk Organik Cair: Limbah ekstraksi rumput laut dapat diolah menjadi bio-stimulan bagi pertanian, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

 

Tantangan di Lapangan: Bibit hingga Akses Ekspor

 

​Sesi diskusi yang dipandu oleh tim ahli dari Unhas, ITB, dan Unair ini menyerap berbagai aspirasi dari nelayan pembudidaya, penyuluh, hingga akademisi. Staf Teknis Perikanan Budidaya DKP Sulbar, Ashar, menyoroti kendala teknis yang dihadapi di lapangan.

“Sulbar masih menghadapi keterbatasan bibit unggul lokal. Selain itu, belum adanya fasilitas bea cukai di wilayah kita menjadi hambatan bagi pembudidaya untuk mengakses jalur ekspor secara langsung,” ungkap Ashar.

 

Masalah lain yang mencuat meliputi fluktuasi harga (harga basah Rp5.000 dan kering Rp15.500), serangan hama penyu, hingga minimnya sarana pengeringan yang selama ini masih bersifat swadaya.

Menutup penyampainnya pada kegiatan ini, Kepala DKP Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin, S.DM, memberikan penegasan mengenai komitmen pemerintah daerah. Ia menilai FGD ini sebagai referensi penting untuk menentukan arah kebijakan bantuan dan pendampingan ke depan.

 

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tengah melakukan langkah-langkah konkret dalam mengembangkan usaha budidaya rumput laut. Kami mendengar masukan mengenai kendala regulasi, akses perbankan, hingga masalah sampah plastik. Kesan saya, sinergi antara akademisi dan praktisi seperti hari ini adalah kunci untuk memecah kebuntuan di sektor hulu. Kami berkomitmen agar bantuan pemerintah, seperti pelatihan sistem kultur jaringan, benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan kita di Sulawesi Barat,” pungkas Safaruddin. (Rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Sulbar Resmi Buka Latihan Pra Operasi Ketupat Marano: Siap Amankan Lebaran

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sulbar – Proclaimnews.id Kepala Kepolisian daerah Sulawesi barat Irjen Pol Adang Ginanjar secara resmi membuka kegiatan Latihan Pra Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat Marano – 2025” sebagai bentuk kesiapan untuk menjamin keamanan selama masa mudik dan puncak lebaran hari raya Idul fitri 1446 H. Kegiatan berlangsung di Aula Ditreskrimsus Polda Sulbar, Selasa (18/3/25). Dalam […]

  • Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Kesiapsiagaan TRC Hadapi Cuaca yang Fluktuatif

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Mamuju — Proclaimnews.id  Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan fokus penuh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulbar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, mengingat kondisi cuaca yang masih sering berubah-ubah (Fluktuatif) dan berpotensi menimbulkan bencana. “Saya berharap seluruh personel tetap fokus, […]

  • Wakapolda Sulbar Tegaskan Penerimaan Polri: Jangan Ada yang Main-Main, Semuanya Berbasis Kompetensi

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Hms polda
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Polda Sulbar –  Proclaimnews.id Wakapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Hari Santoso menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri harus berjalan bersih, transparan dan profesional. Tidak ada lagi ruang bagi praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab dengan iming-iming janji kelulusan. Dalam arahannya, Wakapolda menekankan bahwa seleksi masuk Polri memiliki aturan yang sangat jelas dan ketat. Bahkan, pihaknya menegaskan […]

  • Hari Terakhir, Tim Pemantau Sasar 7 OPP dalam Pemantauan Langsung Kesiapan PEKPPP Mandiri 2026

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id  Tim Pemantau Kinerja Pelayanan Publik Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat resmi menyelesaikan rangkaian kegiatan pemantauan langsung (desk evaluasi) kesiapan lokus Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri tahun 2026. Pada hari terakhir, Selasa, 24 Februari 2026, fokus pemantauan tertuju pada 7 Unit Penyelenggara Pelayanan (OPP) yaitu UPTD […]

  • Pemprov Sulbar Dukung Percepatan Pemenuhan Jamkesmas di Mamasa

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Mamasa — Proclaimnews.id Pemenuhan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat merupakan salah satu prioritas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga. Hal itu disampaikan Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim bersama Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan […]

  • Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Marano 2025: Polda Sulbar Siap Amankan Idul Fitri 1446 H

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sulbar – Proclaimnews.id Polda Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Marano 2025 di lapangan Tribrata Mapolda, Kamis (20/3/25) sebagai tanda kolaborasi dan kesiapan total menyambut Idul Fitri 1446 H dengan penuh keamanan dan kenyamanan. Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adang Ginanjar, bersama Gubernur Sulbar, Suhardi Duka […]

expand_less