Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i, Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i, Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

  • account_circle Hms
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar

Mamuju,– Proclaimnews.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menggelar Workshop Tematik & Temu Da’i/Muballigh di Mamuju. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi Otoritas & Masa Depan Keagamaan” sebagai upaya strategis merespons perubahan lanskap dakwah di era digital, 14 Februari 2026.

Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.

Workshop ini dihadiri para da’i/muballigh, pengurus masjid, aktivis dakwah, serta narasumber yang berkompeten di bidangnya. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai forum silaturahmi, tetapi sebagai ruang konsolidasi dan penguatan ekosistem dakwah di Sulawesi Barat.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulbar, Jaun, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memahami agama. Menurutnya, generasi muda kini banyak belajar dari potongan video singkat, konten viral, hingga siaran langsung di media sosial yang tidak selalu menghadirkan rujukan utuh dan mendalam.

“Perubahan ini tidak bisa kita tolak, tetapi harus kita pahami dan respons secara bijaksana. Di sinilah posisi da’i menjadi sangat strategis sebagai penjaga harmoni sosial, perekat kebangsaan, dan peneduh di tengah polarisasi,” ujar Jaun.

Ia menekankan pentingnya dakwah progresif, yakni dakwah yang tidak hanya normatif dan tekstual, tetapi juga kontekstual serta tepat secara sosial. Dakwah, lanjutnya, harus mampu menghadirkan agama sebagai solusi, bukan sumber kegelisahan sosial.

Jaun juga menyampaikan bahwa workshop ini merupakan yang pertama digelar secara terstruktur dan tematik oleh Pemprov Sulbar. “Ini bukan sekadar upgrading teknis, tetapi ruang konsolidasi high level untuk merumuskan bagaimana otoritas keagamaan tetap kokoh di tengah arus digitalitas. Da’i harus mampu hadir di ruang front stage—di mimbar, televisi, dan media sosial—tanpa kehilangan integritas back stage, yaitu keteladanan pribadi dan kedalaman ilmu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulbar, Murdanil, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang mendengar dan memetakan tantangan nyata yang dihadapi para da’i di lapangan.

“Melalui pre-test, diskusi interaktif, sharing pengalaman, hingga post-test, kami ingin memetakan potensi dan preferensi para da’i. Hasilnya akan menjadi basis data dan rekomendasi strategis untuk penguatan ekosistem dakwah di Sulawesi Barat secara berkelanjutan,” kata Murdanil.

Menurutnya, ruang digital bukan sekadar ruang ekspresi, melainkan ruang publik yang memiliki konsekuensi hukum, sosial, dan kebangsaan. Karena itu, narasi keagamaan harus menjadi penyejuk dan perekat, bukan pemicu polarisasi.

Ditempat yang sama akademisi STAIN Majene yang didaulat menjadi salah satu narasumber, Prof. Muhammad Nasir, menegaskan bahwa dakwah tidak boleh dipahami semata sebagai aktivitas ceramah, melainkan sebagai proses transformasi sosial.

“Dakwah adalah misi peradaban. Ia menjaga harmoni masyarakat, merawat persatuan di tengah polarisasi, dan menghadirkan nilai rahmah serta toleransi dalam ruang publik,” ujar Prof. Nasir.

Ia mengingatkan bahwa di era digital, siapa pun dapat berbicara atas nama agama, sementara popularitas kerap dianggap sebagai otoritas. “Inilah tantangan kita. Muncul ustaz viral tanpa kompetensi, informasi agama tidak terverifikasi, dan masyarakat sulit membedakan antara ahli dan influencer. Karena itu, diperlukan standar keilmuan, sanad yang jelas, serta literasi keagamaan digital,” tegasnya.

Prof. Nasir juga menekankan pentingnya konsistensi antara front stage dan back stage dalam diri seorang da’i. Menurutnya, kredibilitas da’i ditentukan oleh keselarasan antara ucapan dan tindakan, kejujuran ilmiah, serta akhlak sebagai dakwah utama.

“Konten viral belum tentu valid. Potongan ceramah tanpa konteks bisa memicu salah paham. Maka budaya tabayyun digital harus menjadi etika bersama dalam berdakwah,” tambahnya.

Pada workshop ini, selain unsur pemerintah provinsi dan akademisi, turut hadir dalam memberi penguatan materi dari TNI, Pakar Hukum Tata Negara dan Professional Broadcaster. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal gerakan bersama dalam membangun masa depan keagamaan yang lebih kokoh, harmonis, dan strategis di Mamuju dan seluruh wilayah Sulawesi Barat.(rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dengan Pendekatan Akrab, Polantas Polda Sulbar Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Kalangan Pelajar

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Polda Sulbar – Proclaimnews.id Guna menanamkan budaya tertib berlalu lintas sedini mungkin, Polantas Ditlantas Polda Sulawesi Barat secara masif melaksanakan kegiatan rutin himbauan dan sosialisasi keselamatan jalan raya. Dalam kegiatan kali ini, personel yang dipimpin oleh Ipda Restyka menyasar para pelajar di SMK Negeri 1 Mamuju, dengan pendekatan yang lebih santai, akrab dan jauh dari […]

  • Gubernur Suhardi Duka Serahkan LKPD Unaudited TA 2025 Tepat Waktu, BPK RI Beri Apresiasi*

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Mamuju -Proclaimnews.id Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar), menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) unaudited Tahun Anggaran (TA) 2025 kepada Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulbar. Penyerahan dilakukan di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Sulbar, Jalan H. Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulbar pada, Selasa 31 Maret 2026. Laporan diserahkan langsung oleh Gubernur […]

  • Polda Sulbar Luncurkan Program Pekarangan Pangan Lestari: Menuju Ketahanan Pangan dan Gizi yang Berkelanjutan

    • calendar_month Sen, 24 Feb 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sulbar – Proclaimnews.id Sebagai upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan gizi masyarakat Sulawesi Barat, Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar meluncurkan Program Pekarangan Pangan Lestari. Peluncuran yang berlangsung di lahan pekarangan pangan lestari Joglo Polda Sulbar ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Adang Ginanjar, didampingi Ketua Bhayangkari, Ny. Miranti Adang, serta dihadiri oleh […]

  • DKP Sulbar Apresiasi Program MOTS, Siapkan Sosialisasi Terpadu bagi Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle Kml
    • visibility 154
    • 0Komentar

    MAMUJU – PROCLAIMNEWS.ID Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat Safaruddin, S.DM., didampingi Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Sulbar, menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Program Maritime On The Spot (MOTS) Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Mamuju di Ruang Rapat Kantor Loka Monitor SFR Mamuju, Kamis (9/7/2026). […]

  • Pantau Pasar Murah di Majene, Gubernur Suhardi Duka Pangkas Harga Bawang dan Telur, Warga Antusias Belanja

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Majene –  Proclaimnews.id Setelah mengunjungi pabrik es di Palipi, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, meninjau langsung pelaksanaan pasar murah yang digelar di halaman Masjid Jami’ Baiturrafiah, Lingkungan Cambа, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan pasar murah ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang […]

  • BPKAD Perkuat Akuntanbilitasi : Jurnal Persediaan Pastikan Laporan Tanpa Celah

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kembali melaksanakan lanjutan rekonsiliasi laporan keuangan, dalam hal ini masih dalam tahapan proses jurnal persediaan perangkat daerah tahun anggaran 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus barang bersama dengan bendahara pengeluaran, dan berlangsung di ruang rapat Bidang Akuntansi dan Pelaporan […]

expand_less