Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KominfoSS Sulbar: Perkuat Integrasi Data Sektoral dan Jadikan Data Statistik BPS Sebagai Pijakan Program

KominfoSS Sulbar: Perkuat Integrasi Data Sektoral dan Jadikan Data Statistik BPS Sebagai Pijakan Program

  • account_circle Hms
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
  • visibility 160
  • comment 0 komentar

Mamuju — Proclaimnews.id Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfoss) Sulawesi Barat bergerak cepat mengawal visi besar Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam meeningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Kepala Diskominfoss Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar menyatakan, sebagai leading sector data daerah, Diskominfoss Sulbar mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulbar untuk terus meningkatkan kualitas data sektoral serta menjadikan data statistik resmi yang dihasilkan BPS sebagai rujukan dalam penyusunan indikator pembangunan daerah, yang kemudian dipadukan dengan data sektoral OPD sesuai kebutuhan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, BPS memiliki mandat sebagai pembina data statistik nasional yang menggunakan standar, metodologi, metadata, dan mekanisme pengumpulan data yang terukur sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai rujukan dalam perencanaan pembangunan. Dalam kerangka Kebijakan Satu Data Indonesia, BPS juga berperan sebagai pembina data statistik untuk memastikan kualitas dan keterpaduan data yang digunakan pemerintah.

“Perlu dipahami bahwa setiap instansi memiliki kebutuhan dan tujuan pengumpulan data yang berbeda. Karena itu, tidak jarang ditemukan perbedaan angka antara data yang dimiliki OPD dengan data yang dirilis BPS. Perbedaan tersebut umumnya dipengaruhi oleh metodologi, cakupan wilayah, periode pengumpulan, maupun definisi indikator yang digunakan,” ujar Ridwan.

Secara teknis, perbedaan ini bersumber dari karakteristik jenis data itu sendiri, data BPS umumnya bersifat data statistik dasar yang mengukur indikator makro (seperti angka kemiskinan atau pengangguran) menggunakan metode sampel (sampling).
BPS mengumpulkan data melalui Sensus (penyelidikan menyeluruh seperti Sensus Penduduk, Sensus Pertanian) dan Survei Sampel (seperti Sakernas untuk data pengangguran, atau Susenas untuk data kemiskinan dan sosial ekonomi).

Sementara itu, Pemda mengelola data statistik sektoral yang bersifat mikroskopis dan berbasis nama serta alamat (by name by address) hasil dari pelayanan atau administrasi instansi sehari-hari, misalnya data penerima bantuan sosial di Dinas Sosial. Oleh karena itu, wajar jika terjadi perbedaan angka karena BPS memotret potret makro daerah, sedangkan OPD memegang data teknis operasional.

Meskipun berbeda fungsi, Ridwan menegaskan data milik OPD tidak boleh dikesampingkan. Data tersebut tetap menjadi instrumen penting sebagai data internal untuk mendukung pelaksanaan tugas, pelayanan, dan evaluasi program pada sektor masing-masing. Hanya saja, data sektoral tersebut kini harus melewati proses harmonisasi dan validasi agar dapat terintegrasi dengan baik.

Ia menjelaskan, data yang dimiliki masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap memiliki fungsi penting sebagai data internal untuk mendukung pelaksanaan tugas, pelayanan, dan evaluasi program pada sektor masing-masing. Namun demikian, data tersebut menjadi dasar untuk melakukan harmonisasi dan validasi agar dapat menjadi bagian dari data pembangunan daerah yang terintegrasi.

“Saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong integrasi data antarsektor melalui penguatan statistik sektoral dan implementasi Satu Data Indonesia. Tujuannya agar seluruh data yang digunakan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan memiliki standar yang sama, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ridwan juga menyampaikan, Kominfo Sulbar selaku walidata daerah terus berkoordinasi dengan BPS, Bappeda, serta seluruh OPD untuk memperkuat tata kelola data sektoral. Upaya tersebut mencakup penyusunan metadata, standarisasi indikator, peningkatan interoperabilitas data, serta sinkronisasi berbagai basis data yang selama ini dikelola oleh masing-masing instansi.

“Kami mengajak semua pihak untuk melihat perbedaan data secara proporsional. Yang terpenting adalah memastikan sumber data, metodologi, dan tujuan penggunaannya jelas. Pemprov Sulbar berkomitmen membangun ekosistem data yang semakin terintegrasi sehingga menghasilkan data sektoral yang berkualitas sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat bagi masyarakat,” tutupnya. (Rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: Elkml

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Misteri Crazy Rich ‘Si Raja Voucher’ yang Terjerat Kasus Investasi Bodong Rp3,2 Miliar

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 144
    • 0Komentar

    AKARTA – PROCLAIMNEWS.ID Hengky Setiawan, yang dikenal sebagai “Crazy Rich” dan julukan “Si Raja Voucher,” kini tengah menjadi sorotan publik setelah dilaporkan terlibat dalam kasus dugaan penipuan investasi bodong yang melibatkan kerugian mencapai Rp3,2 miliar. Bersama dengan dua terlapor lainnya, Ricky Lim dan Willy Setiawan, Hengky diduga melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan, serta tindak pidana […]

  • DPMPTSP Sulbar Serahkan Cendera Mata kepada Asisten III Setda Provinsi Sulawesi Barat

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Mamuju — Proclaimnews.id Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat menyerahkan cendera mata kepada Habibi Azis Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Pada Kamis, 22 Januari 2025, bertempat di Ruang Rapat Kantor DPMPTSP Provinsi Sulawesi Barat. Penyerahan cendera mata tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Dinas DPMPTSP […]

  • Ketua DPRD Sulbar Menerima Kunjungan Kesbangpol  Dalam Rangka Kordinasi Unsur Forkopimda

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Hma
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Mamuju, – Proclaimnewa.id  – Advertorial Berita Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Amalia Fitri Aras menerima kunjungan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Darwis Damir, di ruang kerjanya, Jumat, 9 Januari 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi antarunsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menguatkan sinergi dalam menghadapi […]

  • SDK Hadiri Sosialisasi BKK Desa di Polman, 173 Desa Terima Bantuan Rp3,3 Miliar

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Polman – Proclaimnews.id Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri kegiatan sosialisasi petunjuk teknis (juknis) Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tambahan penghasilan bagi kepala desa, KAUR, dan Kasi desa di Kantor Bupati Polewali Mandar, Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan tersebut dihadiri para perangkat desa dari seluruh wilayah Kabupaten Polewali Mandar. Program BKK ini memiliki total anggaran sebesar […]

  • Hadiri Sosialisasi KUHP-KUHAP Baru, Dinas Pangan Sulbar Perkuat Pemahaman Terhadap Implementasi Regulasi Hukum Terbaru

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Proclaimnews.id,MAMUJU — Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat turut menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Diskusi KUHP dan KUHAP Baru, yang dilaksanakan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Barat, Senin, 25 Mei 2026. Bertempat di Aula Ditreskrimsus Polda Sulbar, kegiatan ini diikuti sejumlah instansi pemerintah, balai, dan lembaga terkait sebagai upaya memperkuat pemahaman terhadap implementasi regulasi […]

  • Suhardi Duka Apresiasi Kejati Sulbar: Pasar Murah Bantu Masyarakat

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Mamuju —  Proclaimnews.id Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, secara resmi membuka kegiatan Gerakan Pasar Murah yang digelar di Parkiran Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat, Kamis (5-Maret 2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama bulan Ramadan. Berbagai kebutuhan pokok dijual dalam kegiatan tersebut dengan harga yang […]

expand_less