Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gubernur Suhardi Duka Dukung Hadirnya PT Danantara Sumberdaya Indonesia: Ini Langkah Selamatkan Penerimaan Negara dan Kemandirian Ekonomi

Gubernur Suhardi Duka Dukung Hadirnya PT Danantara Sumberdaya Indonesia: Ini Langkah Selamatkan Penerimaan Negara dan Kemandirian Ekonomi

  • account_circle Hms
  • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar

Mamuju – Proclaimnews.id Gubernur Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menyatakan dukungan terhadap hadirnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang baru, khusus ekspor yang diberi nama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), ini dianggap sebagai upaya untuk menyelamatkan penerimaan negara dan kemandirian ekonomi.

Menurut Suhardi Duka, kebijakan yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional sekaligus memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia yang selama ini dinilai merugikan negara.

“Ini suatu terobosan yang sangat baik yang dilakukan pemerintah Presiden Prabowo. Selama ini praktik under invoicing sangat merugikan Indonesia,” kata Suhardi Duka, saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia mencontohkan komoditas crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Barat, dan andalan ekspor nasional. Indonesia, kata dia, merupakan produsen sekitar 50 persen CPO dunia, namun belum memiliki kendali penuh terhadap penentuan harga pasar global.

“Kita penghasil CPO terbesar dunia, tetapi justru bukan Indonesia yang menentukan harga. Kita masih ikut ditentukan negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Padahal Singapura bahkan tidak memiliki produksi CPO,” ujarnya.

Menurut Suhardi Duka, kehadiran BUMN khusus ekspor SDA dapat menjadi instrumen negara untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional sekaligus mengurangi praktik-praktik perdagangan yang merugikan negara.

Ia menilai selama ini terdapat pola perdagangan yang membuat Indonesia kehilangan potensi penerimaan besar akibat penjualan melalui perantara dengan harga rendah. Setelah itu, komoditas kembali dijual ke pembeli utama dengan nilai lebih tinggi, sementara devisa hasil ekspor (DHE) justru banyak tersimpan di luar negeri.

Bagi SDK, juga melihat sudah terlalu lama oligarki bermain-main dengan under invoicing dan under price dalam tata kelola eksport sumber daya alam. Presiden Prabowo juga sudah sejak awal memberi peringatan terhadap oligarki nakal dan kini saatnya untuk mengambil kebijakan keseimbangan peran negara dan swasta, pungkasnya.

“Ini semacam upaya untuk mengembalikan aset Indonesia dan mengembalikan sumber daya alam kita sebagai kekayaan bangsa,” kata Suhardi Duka.

Meski demikian, Suhardi Duka menegaskan pemerintah tetap harus memberi ruang bagi sektor swasta untuk berkembang. Menurutnya, investasi tetap dibutuhkan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional, namun tata kelola harus dibangun secara sehat dan transparan.

“Swasta harus tetap diberi ruang yang kuat, tetapi negara harus hadir. Selama ini negara membiarkan praktik-praktik curang yang tidak dikontrol dengan baik,” pungkasnya.

Ia memperkirakan implementasi dalam bentuk Peraturan Pemerintah tersebut akan memunculkan gejolak atau shock pasar karena pelaku usaha harus menyesuaikan diri dengan sistem baru. Namun dalam jangka panjang, ia optimistis kebijakan tersebut justru akan menciptakan stabilitas harga dan memperbaiki mekanisme perdagangan komoditas nasional.

“Pada akhirnya harga bisa lebih baik karena tidak ada lagi permainan harga. Pasar akan lebih sehat dan stabil,” beber Suhardi Duka.

Suhardi Duka juga menyebutkan bahwa tahap awal kebijakan tersebut baru menyasar tiga sektor strategis, yakni CPO, batu bara, dan aluminium foil. Namun ia berharap ke depan pengelolaan ekspor sumber daya alam strategis lainnya juga dapat diintegrasikan dalam sistem yang sama.

“Ini langkah strategis untuk menyelamatkan aset bangsa, terutama sumber daya alam kita,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar keberadaan BUMN baru tersebut tidak berubah menjadi institusi yang terlalu dominan dan justru mengulangi praktik-praktik yang sebelumnya dikritik dari sektor swasta.

“Kita berharap implementasinya sesuai tujuannya. Jangan sampai BUMN ini nanti mengontrol semuanya dan melakukan hal yang sama seperti yang dulu dilakukan swasta. Kalau itu terjadi, pasar global pasti akan mengoreksi, dampaknya semua tidak akan baik,” kata Suhardi Duka.

Menurut Suhardi Duka, dampak kebijakan ini diperkirakan paling terasa di wilayah-wilayah sentra perkebunan sawit di Sulbar, khususnya Kabupaten Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan sebagian Mamuju.

“Karena Sulbar berkaitan langsung dengan sawit, maka pengaruh kebijakan ini akan terasa di daerah-daerah penghasil sawit,” tuturnya.

Ia berharap regulasi baru tersebut mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan negara dan swasta, sehingga tercipta situasi yang saling menguntungkan atau win-win solution.

“Swasta harus berkembang, tetapi negara jangan dirugikan. Jangan kaya sendiri sementara negara rugi,” tutup Suhardi Duka. (Rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sektor Konstruksi Sulbar Tumbuh Positif, Kadis PUPR Ajak Pelaku Jasa Konstruksi Tancap Gas

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Mamuju — Proclaimnews.id  Sektor konstruksi di Provinsi Sulawesi Barat mencatatkan kinerja positif pada Triwulan IV 2025. Berdasarkan angka sementara pertumbuhan nilai konstruksi, Sulawesi Barat tumbuh 4,42 persen secara quarter to quarter (Q-to-Q), melampaui pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 3,94 persen. Secara year on year (Y-on-Y), nilai konstruksi Sulawesi Barat mengalami pertumbuhan sebesar 2,73 persen, sementara […]

  • Langsung Ngebut, Kepala Bapenda Sulbar Tancap Gas Usai Lebaran: Target Pajak Dikebut, Penertiban Samsat Dimatangkan

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Mamuju —Proclaimnews.id Mengawali hari pertama kerja usai libur Hari Raya Idulfitri, Rabu 25 Maret 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat langsung bergerak cepat. Seluruh jajaran hadir lengkap dan mengikuti rapat perdana yang dipimpin Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur. Rapat yang berlangsung di ruang kerja Kepala Bapenda Sulbar tersebut diikuti oleh Sekretaris […]

  • Nasib THR PPPK Sulbar Terganjal Ruang Fiskal, Junda Maulana Sebut Anggaran Daerah Tidak Mampu

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 352
    • 0Komentar

    MAMUJU, —Proclaimnews.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjelaskan alasan belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi faktor utama yang membuat pemerintah belum mampu memenuhi pembayaran tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Junda Maulana […]

  • Kanwil Kementerian Hukum Sulbar Audiensi Dengan Pemkab Mamuju Tengah Bahas Pendaftaran Merek Kolektif KDKMP 

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Mamuju Tengah, – Proclaimnews.id 26 Februari 2026 – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat melaksanakan audiensi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terkait pendaftaran merek kolektif produk barang/jasa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kamis (26/2), bertempat di Kantor Bupati Mamuju Tengah. Audiensi ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Sulbar, Saefur Rochim, didampingi Kepala Divisi Pelayanan […]

  • Optimalkan Sumber Daya Laut, DKP Sulbar Bahas Stabilitas Harga Ikan hingga Kerja Sama Investasi

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Mamuju — Proclaimnews.id  Suasana hangat dan terbuka terasa di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (29/1/2026). Sore itu, jajaran DKP Sulbar berkumpul dalam kegiatan silaturahmi dan konsolidasi program bersama Tim Ahli Evaluasi Program Gubernur Sulbar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM dan menjadi bagian dari langkah nyata […]

  • *Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Gelar Konferensi Pers Kesiapan Energi Jelang Idul Fitri 1447 H*

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Makassar, Proclaimnews .id17 Maret 2026 – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggelar konferensi pers terkait kesiapan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 1447 H di Kantor Unit Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Selasa (17/3). Melalui Satgas RAFI, Pertamina memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi energi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri. Berdasarkan prediksi […]

expand_less