Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bapperida Sulbar dan Bappenas Matangkan Hilirisasi Kakao dan Kopi sebagai Core Competence Daerah

Bapperida Sulbar dan Bappenas Matangkan Hilirisasi Kakao dan Kopi sebagai Core Competence Daerah

  • account_circle Hms
  • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Mamuju -Proclaimnews.id Sulawesi Barat dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing ekonomi melalui pengembangan kakao dan kopi. Agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai komoditas mentah, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mulai menyusun arah pengembangan kedua komoditas itu sebagai core competence atau kompetensi inti daerah.

Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rekomendasi Core Competence Berbasis Komoditas Kakao dan Kopi yang digelar di Ruang Rapat RPJMD Bapperida Sulbar, Selasa (28/7/2026).

Forum yang diinisiasi Direktorat Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas itu menghadirkan perwakilan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, akademisi, pelaku usaha, industri, hingga tim ahli untuk merumuskan strategi pengembangan komoditas unggulan yang mampu mempercepat transformasi ekonomi Sulawesi Barat.

Dalam pemaparannya, tim Bappenas menjelaskan bahwa penyusunan core competence merupakan bagian dari implementasi agenda transformasi ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Sulawesi Barat diarahkan memperkuat ekosistem komoditas unggulan agar mampu meningkatkan kontribusi kawasan timur Indonesia terhadap perekonomian nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Kajian yang dilakukan Bappenas menggunakan pendekatan yang menilai potensi sumber daya, kemampuan daerah mengembangkan industri, serta kesiapan memenuhi kebutuhan pasar.

Hasil kajian menunjukkan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Sulawesi Barat dengan kontribusi sekitar 46,11 persen terhadap struktur ekonomi daerah. Sementara itu, industri pengolahan baru menyumbang sekitar 10,41 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri berbasis komoditas lokal.

Berdasarkan berbagai indikator tersebut, Bappenas menetapkan kakao dan kopi sebagai dua komoditas yang paling potensial dikembangkan menjadi core competence Provinsi Sulawesi Barat.

Komoditas kakao memiliki luas areal sekitar 140,9 ribu hektare, namun masih menghadapi tantangan produktivitas yang menyebabkan hilangnya potensi nilai ekonomi. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas kopi yang masih memiliki ruang peningkatan produktivitas melalui penguatan budidaya, penanganan pascapanen, hingga pengembangan industri pengolahan.

FGD juga membahas berbagai tantangan pengembangan kedua komoditas tersebut, mulai dari peningkatan produktivitas kebun, kualitas hasil panen, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi pengolahan, pembangunan infrastruktur produksi dan logistik, akses pembiayaan, investasi, hingga perluasan pasar dan ekspor.

Seluruh masukan peserta akan menjadi bagian dari rekomendasi kebijakan yang disusun Bappenas sebagai acuan pengembangan kompetensi inti Sulawesi Barat.

Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Amujib, menegaskan bahwa penyusunan core competence harus menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam kebijakan pembangunan daerah.

Menurutnya, Sulawesi Barat memiliki modal besar melalui produksi kakao dan kopi. Tantangan berikutnya adalah mengubah potensi tersebut menjadi nilai tambah melalui hilirisasi, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan petani.

“Kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai sebuah kajian. Hasilnya harus menjadi dasar untuk menentukan keunggulan yang benar-benar mampu menjadi mesin percepatan pembangunan Sulawesi Barat,” ujar Amujib.

Ia menambahkan, pengembangan kakao dan kopi sejalan dengan implementasi Panca Daya yang menjadi strategi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.

Melalui penguatan hilirisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur pendukung, serta tata kelola yang kolaboratif, pemerintah berharap komoditas unggulan tersebut mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, tim Bappenas melakukan kunjungan lapangan ke sentra produksi dan UMKM pengolahan kakao serta kopi di Kabupaten Mamuju setelah FGD berlangsung. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Polewali Mandar pada Rabu (29/7/2026) untuk melihat langsung kondisi rantai pasok dari hulu hingga hilir sekaligus menghimpun masukan dari pelaku usaha dan para pemangku kepentingan. (Rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPID Jadi Kunci Transparansi, Kominfo Sulbar Dorong Layanan Informasi Lebih Terbuka

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id Peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) kembali ditegaskan sebagai ujung tombak keterbukaan informasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, saat membuka Bimtek Penguatan Kapasitas SDM PPID se- Provinsi Sulbar di Hotel Matos, Mamuju, Kamis 23 April 2026. Ridwan menggarisbawahi bahwa akses informasi merupakan […]

  • Dukung Keberlanjutan Program UHC, BPKAD Sulbar dan BPJS Kesehatan Bahas Perpanjangan PKS

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Mamuju, – Proclaimnews.id Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan tim BPJS Kesehatan dalam rangka koordinasi terkait Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Universal Health Coverage (UHC), di Ruang Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Barat, Senin (15/6/2026). Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, didampingi Kepala […]

  • Penyegaran Organisasi Bapenda Sulbar, Plt Kepala UPTD Pajak Pasangkayu dan Polman Resmi Dilantik

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MAMUJU — PROCLAIMNEWS.ID Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melakukan penyegaran organisasi dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulbar dengan dilantiknya dua Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Pelayanan Pajak, Selasa (10/2/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana mewakili Gubernur Sulbar Suhardi […]

  • Semarak Ramadan, DWP Provinsi Sulbar Bagikan 1.000 Takjil untuk Masyarakat Mamuju

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Barat, Nurwaty Junda, bersama jajaran pengurus menggelar kegiatan berbagi 1.000 paket takjil kepada masyarakat di Kota Mamuju, Jumat (6/3/2026). Kegiatan berbagi takjil ini dilaksanakan di sejumlah titik, mulai dari masjid, rumah sakit, panti asuhan, hingga pengguna jalan yang melintas di beberapa ruas jalan di Kota […]

  • DTPHP Sulbar Kirim Vaksin Rabies ke Polewali Mandar, Respons Cepat Kasus Gigitan Anjing

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Mamuju –.Proclaimnews.id  Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) mengirimkan vaksin rabies ke Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Senin (23/02/2026). Pengiriman tersebut merupakan langkah cepat dalam menindaklanjuti laporan kasus gigitan anjing yang terjadi di wilayah tersebut pada Februari 2026. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Sulbar, Nur Kadar, mengatakan bahwa […]

  • Dispoparekraf Ikuti Asistensi IEPK dan SPIP, Bau Akram Dai : Jadi Momentum Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Baik

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Mamuju -Proclaimmews.id Analis Perencana Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Asmadi, yang juga menjadi pejabat perencanaan/penanggungjawab SPIP menghadiri Asistensi Peningkatan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Grand Maleo Hotel […]

expand_less