Bupati Majene H.Andi Achmad Syukri Tammalele (AST) Pacu Pembangunan Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan
- account_circle Tim Media
- calendar_month Rab, 23 Sep 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar

Mamuju – Proclaimnews.id Menjalani dua tahun masa kepemimpinan di periode kedua bersama Wakil Bupati, Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M. (AST) terus memacu kinerja roda pemerintahan. Fokus utama pembangunan daerah saat ini tertuju pada tiga sektor krusial: pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati AST menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen birokrasi dalam mengawal program prioritas daerah. “Kami mengharapkan seluruh pejabat eselon II, eselon III, hingga jajaran ASN mendukung penuh visi-misi pembangunan Majene,” ujarnya. Rabu, 23 September 2026.
Di sektor pembangunan manusia dan ekonomi, Kabupaten Majene mencatatkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 74 poin, yang mencerminkan baiknya angka harapan hidup, lama sekolah, hingga daya beli masyarakat. Capaian ini disokong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% serta laju inflasi yang terjaga stabil di kisaran 1,4%.
Sektor pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan juga menorehkan prestasi membanggakan:
Pelayanan Publik (PANRB): Meraih peringkat pertama di Sulawesi Barat dengan nilai 3,97. Dalam skala regional gabungan Sulselbar, Majene menempati posisi kedua di bawah Kabupaten Pinrang.
Pengelolaan Persampahan (KLHK), Mengantongi nilai 94,4% dan meraih peringkat pertama.
Terkait persampahan, Pemkab Majene tengah menjajaki dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk pengadaan mesin pengolah sampah gas metan dan pembangunan talud guna meningkatkan standar pengelolaan lingkungan daerah.
Kendati mengukir berbagai capaian, Bupati AST tak menampik masih ada tantangan besar yang harus diselesaikan, terutama penanganan kemiskinan dan stunting.
Angka kemiskinan Majene berhasil ditekan dari 13% menjadi 12% pada tahun ini. Meski demikian, angka tersebut masih berada di atas rata-rata provinsi (10%) dan nasional (8%). Strategi intervensi kolaboratif bersama pemerintah pusat dan provinsi terus didorong untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Sementara pada penanganan stunting, grafik fluktuatif masih menjadi perhatian serius. Setelah sempat menyentuh angka 40,6% pada 2022 dan turun ke 30,2% pada 2023, angka stunting saat ini berada di kisaran 34%. Pemkab Majene menargetkan penurunan signifikan hingga menyentuh angka 10% pada 2027.
“Jika masalah kemiskinan dan stunting ini berhasil dituntaskan, Majene akan makin mantap melangkah maju,” pungkas AST seraya mengajak seluruh ASN dan elemen masyarakat bersatu mewujudkan Majene yang Maju, Mandiri, Berbudaya, dan Religius.
(***)
- Penulis: Tim Media
- Editor: Elkml

Saat ini belum ada komentar