Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tawarkan Model AKIK Menuju Pemerintahan Digital, Mustari Mula Raih Gelar Doktor Studi Pembangunan di Unhas

Tawarkan Model AKIK Menuju Pemerintahan Digital, Mustari Mula Raih Gelar Doktor Studi Pembangunan di Unhas

  • account_circle Hms
  • calendar_month Rab, 26 Agu 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar

MAKASSAR —Proclaimnews.id Mustari Mula berhasil meraih gelar Doktor pada Program Doktor Studi Pembangunan, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Gelar akademik tersebut diraih setelah Mustari Mula berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Akhir Disertasi yang dilaksanakan di Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Senin, 24 Agustus 2026.

Disertasi yang dipertahankan berjudul “Adaptasi Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Daya Saing Daerah Provinsi Sulawesi Barat.”

Penelitian tersebut mengangkat isu strategis mengenai bagaimana pemerintah daerah beradaptasi terhadap transformasi digital, membangun kapasitas kelembagaan, mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta menghubungkannya dengan peningkatan daya saing daerah.

Dalam penelitian ini, Mustari Mula yang juga Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat menawarkan sebuah kerangka konseptual yang disebut Model AKIK, yaitu Adaptasi – Kapasitas Institusional – Implementasi – Kompetitif.

Model tersebut menjelaskan bahwa transformasi pemerintahan digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi dan aplikasi. Keberhasilannya membutuhkan kesiapan individu aparatur, kapasitas kelembagaan, kualitas implementasi sistem pemerintahan digital, serta kemampuan pemerintah daerah menghasilkan nilai dan keunggulan kompetitif bagi daerah.

“Transformasi digital pemerintahan pada dasarnya bukan semata-mata persoalan teknologi. Ada dimensi manusia, kelembagaan, implementasi dan dampaknya terhadap daya saing daerah yang harus dilihat sebagai satu kesatuan,” demikian substansi utama penelitian Mustari Mula.

Penelitian ini memadukan sejumlah perspektif teoritis, antara lain Culture Shock Theory dari Kalervo Oberg untuk melihat proses adaptasi aparatur terhadap perubahan digital, Institutional Capacity dari Merilee S. Grindle untuk menganalisis kapasitas kelembagaan, serta perspektif Public Value yang dikembangkan Mark H. Moore untuk memahami nilai publik dan dampak pemerintahan terhadap masyarakat.

Dalam menganalisis implementasi SPBE, penelitian Mustari Mula menggunakan empat domain utama, yakni kebijakan, tata kelola, manajemen dan layanan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan SPBE di Sulawesi Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan indeks tersebut belum sepenuhnya menunjukkan pemerataan kapasitas pada seluruh aspek pemerintahan digital.

Salah satu temuan penting penelitian adalah bahwa domain manajemen menjadi aspek SPBE yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap daya saing daerah. Domain ini mencakup pengelolaan teknologi, risiko, keamanan, data, aplikasi, infrastruktur hingga layanan pemerintahan.

Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan nilai R² sebesar 0,660 pada konstruk Daya Saing Daerah. Sementara itu, pengaruh domain Manajemen terhadap Daya Saing Daerah memiliki effect size (f²) sebesar 0,687, yang menunjukkan pengaruh dalam kategori besar.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pemerintahan digital tidak berhenti pada keberadaan aplikasi atau layanan elektronik. Yang lebih menentukan adalah kemampuan pemerintah mengelola seluruh ekosistem digital secara terintegrasi, mulai dari sumber daya manusia, data, infrastruktur, keamanan, manajemen risiko hingga layanan publik.

Penelitian ini juga menemukan bahwa proses adaptasi aparatur memiliki peran penting dalam implementasi pemerintahan digital. Dari empat fase adaptasi yang dianalisis berdasarkan Culture Shock Theory—Honeymoon, Crisis, Recovery dan Adjustment—fase Adjustment menunjukkan pengaruh paling kuat terhadap implementasi SPBE.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan transformasi digital membutuhkan proses adaptasi aparatur hingga mencapai tahap penyesuaian terhadap pola kerja, teknologi dan lingkungan pemerintahan yang baru.

Dengan demikian, Model AKIK yang ditawarkan Mustari Mula menempatkan aparatur dan kapasitas kelembagaan sebagai fondasi, implementasi pemerintahan digital sebagai proses utama, dan daya saing daerah sebagai orientasi akhir pembangunan pemerintahan digital.

Dari SPBE Menuju Pemerintahan Digital

Temuan penelitian tersebut menjadi semakin relevan dengan arah kebijakan nasional yang kini bergerak dari pendekatan SPBE menuju Pemerintahan Digital. Program Doktor Studi Pembangunan Unhas sendiri menekankan pentingnya penelitian yang menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Karena itu, Model AKIK yang ditawarkan dalam disertasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan konseptual dalam memahami transformasi pemerintahan digital di tingkat daerah.

Mustari Mula menilai, pemerintah daerah perlu mengubah cara pandang terhadap digitalisasi pemerintahan. Digitalisasi tidak seharusnya dipahami sebatas pengadaan aplikasi, tetapi sebagai proses transformasi organisasi dan budaya kerja pemerintahan.

“Pemerintahan digital harus menghasilkan perubahan nyata dalam cara pemerintah bekerja, memberikan pelayanan dan menciptakan nilai bagi masyarakat. Karena itu, teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan, bukan sebagai tujuan itu sendiri,” ujarnya.

Tim Promotor dan Penguji

Dalam proses akademik penyelesaian disertasinya, Mustari Mula dibimbing oleh Tim Promotor yang terdiri atas Promotor Prof. M. Tahir Kasnawi, Ko-Promotor I Muhammad Idris, dan Ko-Promotor II Suryadi Lambali.

Sementara Tim Penguji terdiri atas Prof. Sukri Tamma, dan anggota tim penguji lainnya. Dan Penguji Eksternal Prof Risma Niswaty.

Dengan selesainya Ujian Akhir Disertasi tersebut, perjalanan akademik Mustari Mula pada jenjang doktoral Studi Pembangunan Universitas Hasanuddin resmi memasuki tahap akhir.

Gelar doktor yang diraihnya sekaligus menambah pengalaman akademik dan profesional Mustari Mula dalam bidang pemerintahan, komunikasi publik, transformasi digital dan pembangunan daerah.

Melalui penelitian yang dilakukannya, Mustari Mula berharap Model AKIK tidak berhenti sebagai kontribusi akademik, tetapi dapat dikembangkan sebagai perspektif dalam mendorong transformasi pemerintahan digital yang lebih adaptif, berkapasitas, terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan daya saing daerah.

Gagasan Model AKIK yang ditawarkan Mustari Mula memiliki relevansi kuat dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Samsat Mamuju Dekatkan Layanan ke Kantor Bupati, Hari Perdana Samkel Disambut Antusias ASN

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Mamuju — Proclaimnews.id Upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan UPTD Pelayanan Pajak Mamuju, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat. Untuk pertama kalinya, layanan Samsat Keliling (Samkel) hadir di Area Kantor Bupati Mamuju, Senin (15/6/2026). Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari strategi perluasan titik layanan pembayaran pajak kendaraan agar semakin mudah dijangkau masyarakat, termasuk […]

  • Jaga Rasa Aman dan Nyaman Saat Ibadah Tarawih, Ditlantas Polda Sulbar Amankan Tiga Masjid Padat Jamaah

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Polda Sulbar – Proclaimnews.id Dalam rangka mendukung kelancaran ibadah sholat Tarawih di bulan Ramadhan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulbar aktif melakukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan intensif di area masjid yang menjadi tujuan utama bagi banyak jamaah, Kamis (5/3/26). Fokus pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan pada tiga lokasi strategis, yaitu Masjid Raya Suhada, Masjid […]

  • Paripurna DPRD Sulbar Umumkan Gubernur dan Wakil gubernur terpilih

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • account_circle proclaimnews
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Mamuju, – Proclaimnews.id 15 Januari 2025 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Paripurna istimewa pada hari ini dalam rangka mengumumkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah tahun 2024. Acara yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Barat ini dihadiri para Anggota dewan, Forkopimda, serta […]

  • General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan Tenggara Barat (Sulselrabar), Edyansyah melaksanakan audiensi ke Mapolda Sulbar

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Tim media
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Mamuju –  Proclaimnews.id General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan Tenggara Barat (Sulselrabar), Edyansyah melaksanakan audiensi ke Mapolda Sulawesi Barat, Senin 8 Desember 2025. Audiensi ini diterima langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta di Ruang Tamu Sendana, Lantai II Mapolda Sulbar. Dalam kesempatan tersebut, Edyansyah, menjelaskan bahwa kolaborasi antara Kepolisian […]

  • Sulbar Perkuat Tata Kelola Program Kesehatan 2026 Lewat Pendampingan Kemenkes

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 235
    • 0Komentar

    MAMUJU – PROCLAIMNEWS.ID  Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat tata kelola pembangunan kesehatan melalui partisipasi dalam kegiatan Penjajakan dan Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Tahun 2026 yang digelar Kementerian Kesehatan RI di Hotel Mercure Serpong Alam Sutera, Tangerang, pada 3–7 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat perencanaan, penganggaran, pengelolaan data, dan kinerja […]

  • *Di HUT Ke 22 Sulbar, Suhardi Duka: Pengangguran Turun, tapi Pekerjaan Layak Masih Jadi PR Sulbar*

    • calendar_month Sel, 22 Sep 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Mamuju -Proclaimnews.id Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sulawesi Barat tercatat 2,8 persen pada Mei 2026. Namun, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan lain, yakni rendahnya proporsi pekerja formal yang baru mencapai 30,30 persen. Kondisi tersebut disoroti Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) dalam amanatnya pada upacara Hari Jadi ke-22 Sulbar, Selasa 22 September 2026. Menurut Suhardi Duka, […]

expand_less