Capacity Building dan Asistensi TP2DD 2026, Bapenda Sulbar Dorong Optimalisasi Evaluasi Kinerja
- account_circle Hms
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar

Mamuju — Proclaimnews.id Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat komitmennya dalam mendorong digitalisasi transaksi daerah melalui kegiatan Capacity Building dan Asistensi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 April 2026, bertempat di Maleo Hotel.
Sebagai leading sector pengelola pendapatan daerah, Bapenda Sulbar berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Fokus utama kegiatan adalah peningkatan kapasitas serta asistensi dalam penginputan dan evaluasi kinerja TP2DD di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan penilaian kinerja TP2DD, khususnya dalam pengisian championship TP2DD yang menjadi dasar bagi Satuan Tugas P2DD dalam menetapkan predikat kinerja terbaik di masing-masing daerah. Dengan evaluasi yang akurat dan terukur, diharapkan setiap daerah mampu meningkatkan capaian digitalisasi transaksi serta transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penata Layanan Operasional Bapenda Sulbar, Mutmainnah dan Arifuddin, yang aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan asistensi dan pendampingan teknis.
Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas evaluasi kinerja TP2DD.
“Melalui capacity building dan asistensi ini, kami ingin memastikan seluruh tim TP2DD di Sulawesi Barat memiliki pemahaman yang sama serta mampu melakukan penginputan dan evaluasi kinerja secara optimal, akurat, dan tepat waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimalisasi evaluasi kinerja TP2DD menjadi kunci dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi daerah yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta transparansi pengelolaan keuangan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bapenda Sulbar berharap sinergi antar pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga implementasi digitalisasi transaksi daerah dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah di Sulawesi Barat. (Rls)
- Penulis: Hms
- Editor: El.kml

Saat ini belum ada komentar