Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Nasib THR PPPK Sulbar Terganjal Ruang Fiskal, Junda Maulana Sebut Anggaran Daerah Tidak Mampu

Nasib THR PPPK Sulbar Terganjal Ruang Fiskal, Junda Maulana Sebut Anggaran Daerah Tidak Mampu

  • account_circle Hms
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

MAMUJU, —Proclaimnews.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjelaskan alasan belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi faktor utama yang membuat pemerintah belum mampu memenuhi pembayaran tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Junda Maulana mengatakan, pemerintah pada dasarnya memiliki keinginan untuk membayarkan THR kepada para PPPK. Namun kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk merealisasikannya saat ini.

“Sebagai pemerintah tentu kami sangat ingin membayarkan THR PPPK, termasuk PPPK paruh waktu. Tetapi kenyataannya anggaran itu tidak tersedia di APBD karena keterbatasan fiskal daerah, dan nilainya juga tidak kecil,” ujar Junda Maulana, Sabtu (14/3/26).

Ia menjelaskan, bahkan anggaran gaji untuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu dalam APBD saat ini baru teralokasi untuk 10 bulan. Artinya, masih terdapat kekurangan anggaran untuk dua bulan gaji yang harus dicarikan solusinya.

“Saat ini Anggaran gaji PPPK kita baru teranggarkan untuk 10 bulan. Pemprov juga masih memikirkan sumber anggaran untuk menutupi kekurangan sisa gaji tersebut,” jelasnya.

Secara regulasi, pemerintah daerah memang diperbolehkan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membayar THR apabila tidak tersedia dalam APBD. Namun kondisi tersebut juga sulit dilakukan di Sulbar karena keterbatasan dana BTT.

Menurut Junda, dana BTT yang tersedia hanya sekitar Rp5 miliar. Sementara kebutuhan anggaran untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK penuh waktu saja mencapai sekitar Rp15 miliar, sementara untuk THR dan Gaji 13 PPPK Paruh Waktu sebesar Rp10,5 miliar, total kebutuhan anggaran bisa mencapai lebih dari Rp25,5 miliar.

“BTT kita hanya Rp5 miliar. Sementara kalau kita ingin membayar THR PPPK secara keseluruhan, kita butuh tambahan anggaran sekitar Rp25,5 miliar,” katanya.

Belum lagi jika dihitung dengan kekurangan dua bulan gaji PPPK Paruh Waktu, pemerintah daerah diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran sebesar 10,5 miliar.

“Kalau ditambah kekurangan dua bulan gaji dengan total kebutuhan untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK Penuh Waktu dan PPPK Patuh Waktu, kita membutuhkan total sekitar Rp36 miliar. Pertanyaannya, dari mana kita mendapatkan anggaran sebesar itu dalam waktu singkat?” ungkapnya.

Menanggapi sorotan terkait alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa yang mencapai sekitar Rp40 miliar, Junda menegaskan bahwa program tersebut sudah direncanakan jauh sebelumnya dan menjadi bagian dari janji kerja kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, BKK desa diberikan dengan tujuan mendorong kepala desa membantu pemerintah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Kepala desa kita minta membantu pemerintah, misalnya meningkatkan kunjungan posyandu hingga di atas 80 persen untuk menekan stunting serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem di desa. Itu ada targetnya, dan jika tidak tercapai maka tidak dibayarkan,” terangnya.

Ia menambahkan, alokasi BKK tersebut telah dimasukkan dalam APBD sejak tahap perencanaan, sehingga tidak berkaitan dengan kebijakan THR PPPK yang muncul setelah APBD disahkan.

Selain itu, perubahan status sebagian tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu juga ikut mempengaruhi perhitungan anggaran. Sebelumnya para tenaga tersebut tidak menerima THR karena masih berstatus honorer.

“Tahun lalu PPPK paruh waktu itu masih berstatus honorer, sehingga tidak ada THR. Setelah statusnya berubah, muncul kebijakan baru terkait THR sementara APBD sudah disahkan,” jelasnya.

Junda menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki niat untuk membeda-bedakan pegawai, namun kondisi keuangan daerah menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Kami sangat memahami kebutuhan teman-teman PPPK. Ini juga menjadi beban pemikiran pemerintah daerah, termasuk bapak Gubernur Suhardi Duka dan seluruh jajaran. Tetapi pada akhirnya semua bergantung pada kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (Rls)

  • Penulis: Hms
  • Editor: El.kml

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditlantas Polda Sulbar Perkuat Patroli di Lokasi Wisata, Jamin Liburan Masyarakat Aman dan Nyaman

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Polda Sulbar – Proclaimnews.id  Ditlantas Polda Silbar meningkatkan intensitas patroli dan pengaturan lalu lintas di berbagai lokasi wisata yang menjadi tujuan utama masyarakat selama masa libur panjang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan setiap pengunjung yang menikmati waktu rekreasi. Salah satu destinasi yang menjadi fokus utama kegiatan pengamanan adalah Pantai Tapandullu Malawwa. Hari […]

  • Ditlantas Polda Sulbar Gencarkan Program Bulan Tertib Helm (BTH) di 6 Sekolah Wilayah Mamuju

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Polda Sulbar – Proclaimnews.id Dalam rangka menanamkan budaya tertib berlalu lintas yang mengakar, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat menggencarkan program tematik Bulan Tertib Helm (BTH) dengan menyasar langsung para pelajar sebagai generasi penerus. Kegiatan yang fokus pada peningkatan kesadaran keselamatan berkendara ini dilaksanakan melalui upacara pagi di sekolah-sekolah wilayah Mamuju, Senin (12/1/26). Salah satu […]

  • Jalankan Fungsi Binwas, Inspektorat Sulbar Monitoring Perangkat Daerah di Pasangkayu

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Pasangkayu – Proclaimnews.id Dalam rangka menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan (binwas) pemerintahan daerah sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan, Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat melalui Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah I melaksanakan monitoring pada dua perangkat daerah di Kabupaten Pasangkayu, Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai aturan, akuntabel, dan transparan. […]

  • Ketua DPRD Sulbar Terima LHP BPK Bidang Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Hns
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Mamuju – Proclaimnews.id Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Hj. Amalia Fitri, didampingi Sekretaris DPRD Sulbar Arianto AP., MM, bersama Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sahrin Salatung, Kabag Umum dan Keuangan Radi Murti serta staf Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat, menerima kunjungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terkait […]

  • Kesbangpol Sulbar Dukung Sidak Disiplin ASN Pemprov oleh BKPSDM

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 70
    • 0Komentar

    MAMUJU – PROCLAIMNEWS.ID  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat menjadi lokasi inspeksi mendadak (sidak) penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Rabu (24/1/2024). Langkah ini diambil untuk memastikan kinerja aparatur tetap optimal dalam melayani masyarakat. Sidak dipimpin oleh Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail, bersama Kasatpol PP, Aksan. Tim langsung melakukan pemeriksaan fisik […]

  • Nuansa Keakraban pada Acara Buka Puasa Bersama Direksi TMII, Kepala Museum dan Kepala Badan Penghubung Provinsi se-Indonesia

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Hms
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta – Proclaimnews.id Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Rabu 11 Maret 2026, di Restoran Caping Gunung TMII, menjadi saksi acara Buka Puasa Bersama yang dihadiri oleh jajaran pimpinan TMII, Kepala Museum, dan Kepala Badan Penghubung Provinsi se-Indonesia. Acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Buka Puasa Bersama tersebut […]

expand_less